
TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9). (Dok TNI AL)
JawaPos.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memiliki standar operasi tersendiri dalam pencarian orang dalam insiden kecelakaan laut. Dan tata cara tersebut sudah menjadi kesepakatan internasional.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan organisasinya setiap tahun menjalani audit oleh International Maritime Organization (IMO). Sehingga pelaksanaan operasi dipastikan mengacu pada ketentuan internasional dan legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Bukan berarti kita mencoba untuk mengikuti segala macam informasi atau saran-saran. Apa yang kita lakukan pasti mengacu pada dasar-dasar legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," katanya.
Syafii menegaskan seluruh operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan internasional dan dasar legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Khususnya menentukan pola dan sektor pencarian korban.
"Pola pencarian tidak pernah sama setiap hari karena tim menyesuaikan operasi dengan berbagai faktor lapangan," kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam.
Ia menjelaskan pada hari pertama operasi pencarian dilakukan pada delapan sektor berdasarkan koordinat yang telah ditentukan. Sedangkan hari kedua dan ketiga masing-masing dilaksanakan pada enam sektor dengan lokasi yang dapat bergeser mengikuti hasil perhitungan dan perkembangan kondisi lapangan.
Menurut Syafii, perubahan sektor diperlukan karena pergerakan arus dapat memengaruhi datum atau titik acuan pencarian. Sehingga tim SAR menyesuaikan area penyisiran untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang kemungkinan terbawa arus dari lokasi awal kecelakaan.
Meski demikian, tim SAR tetap melakukan pencarian di sekitar bangkai kapal. Hal ini disebabkan ada kemungkinan korban keluar dari badan kapal setelah operasi sebelumnya sehingga area sekitar bangkai tetap menjadi bagian penting dalam strategi pencarian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022