Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 17.40 WIB

Momen Terakhir Purbaya Jadi Menkeu: Rapat DPD, Ditelepon Istana, Lalu Diganti

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menyampaikan tanggapan pemerintah pada Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menyampaikan tanggapan pemerintah pada Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Senin (14/9) menjadi hari yang tak biasa sekaligus hari terakhir Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dalam pemerintahan Prabowo Subianto.

Pagi itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dengan menghadiri rapat gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Bank Indonesia.

Rapat yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut membahas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan, serta sejumlah agenda terkait pembangunan nasional.

Purbaya bahkan masih menyampaikan paparan mengenai strategi ekonomi dan fiskal 2027. Ia juga berencana menerapkan pembiayaan inovatif untuk menjaga pembangunan daerah di tengah penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH).

Dalam skema tersebut, Kementerian Keuangan akan mengerahkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda). Dengan begitu, pemda nantinya dapat memperoleh pembiayaan dari PT SMI untuk mendukung pembangunan di daerah.

“Nanti kita akan mengerahkan SMI untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah di mana pemerintah daerah bisa semacam meminjam uang dari SMI,” ujar Purbaya dalam rapat dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, Senin (14/9).

Namun, suasana rapat berubah ketika memasuki sesi pembahasan. Purbaya yang saat itu tengah memaparkan bahan dan rencana dari Kementerian Keuangan mendadak mendapatkan telepon dari Istana.

Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi menyampaikan kepada Purbaya bahwa ada telepon yang perlu segera diterima.

“Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon. Tolong dilihat dulu,” kata Ahmad.

Rapat kemudian dihentikan sementara. Purbaya beranjak dari tempat duduknya untuk menerima panggilan tersebut. Sejumlah laporan menyebut telepon tersebut berasal dari pihak Istana.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore