
SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
JawaPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dampak El Nino terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah Indonesia. Puluhan ribu hektare lahan diperkirakan terdampak kekeringan.
“Kekeringan yang masuk mungkin sekarang ya estimasi 50 ribuan hektare terdampak," kata Amran saat ditemui wartawan di Kementan, Senin (14/9). Meski demikian, Amran memastikan kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan pangan nasional. Amran menyebut produksi beras masih berada dalam kondisi aman berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Amran lahan yang terdampak kekeringan terutama berada di daerah upland atau wilayah dataran tinggi. Kondisi tersebut terjadi baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.“Solusinya adalah kita pompanisasi, kemudian irigasi, irpom (irigasi pompa),” ujar Amran.
Amran mengatakan Kementan kini memprioritaskan penanaman di daerah yang memiliki jaringan irigasi. Pemerintah juga akan memaksimalkan lahan yang sistem irigasinya telah diperbaiki. “Jadi gini, dengan El Nino sekarang, kita fokus tanami daerah irigasi. Yang sudah kita perbaiki irigasi, totalnya semua 3 sampai 4 juta hektare,” jelasnya.
Selain mengandalkan irigasi, Kementan menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga produktivitas tanaman di tengah kondisi kering. Salah satunya dengan menggunakan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan. “Yang kedua, metode baru, yang produksinya bisa 10 ton, 12 ton, metode AAS. Nah ini ternyata alhamdulillah berhasil. Ada 9 ton, paling rendah 8 ton, tapi ada 13 ton. Kita katakan rata-rata 10 ton. Itu bisa dua kali lipat,” tuturnya.
Pemerintah juga menyiapkan pompa bagi wilayah yang masih memiliki sumber air. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air selama periode kekeringan. “Nah, jadi insyaallah hitungan kita aman,” kata Amran.
Amran mengatakan keyakinan pemerintah terhadap kondisi pangan nasional juga didasarkan pada perhitungan stok dan produksi yang tersedia. Dia menyebut terdapat sekitar 3,8 juta hektare standing crop atau tanaman yang masih berdiri dan sedang dalam proses produksi. Selain itu, stok beras juga tersebar di berbagai titik, termasuk hotel, restoran, rumah tangga, dan Bulog.
“Standing crop ada kurang lebih tiga hampir 4 juta, 3,8 juta. Standing crop artinya yang tanaman berdiri sekarang. Kemudian, ada beras di hotel, horeka, hotel, restoran, eee dan rumah-rumah seluruh Indonesia. Nah, kemudian juga ada di Bulog. Totalnya 26 juta,” ujarnya.
Dengan tingkat konsumsi sekitar 2,6 juta per bulan, Amran memperkirakan ketersediaan tersebut mampu menopang kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan sebelum memasuki periode panen berikutnya. “Kita hitung. Kalau 2,6 juta per bulan, berarti 10 bulan kan? 10 bulan ke depan, sekarang September ya? Oktober, November, Desember, Januari, Februari. Panen puncak di Maret lagi. Jadi aman,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022