
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan identitas korban penembakan oleh OPM di Jayawijaya pada Rabu sore (9/9). Dia memastikan para korban bukan intel TNI. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa korban penembakan di Jayawijaya pada Rabu sore (9/9 bukan intelijen tentara. Ketiga korban yang meninggal dunia merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Maruli, Organisasi Papua Merdeka (OPM) memang kerap melempar isu. Bahwa korban penembakan adalah tentara atau intelijen. Namun demikian, orang nomor satu di TNI AD itu memastikan bahwa korban penembakan merupakan warga sipil yang sehari-hari bertugas di sektor pertanian.
“Kan rekan-rekan media tahu, itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah (Papua),” ucap Maruli saat ditemui di sela Munas Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) XX di Jakarta pada Jumat (11/9).
Maruli menyatakan, OPM memang kerap melempar isu yang tidak benar. Utamanya saat ketahuan menyerang warga sipil hingga meninggal dunia.
“Sekarang nyerang (korban) yang sipil di situ, semua dianggap intel. Itu berulang-ulang bicaranya seperti itu,” sesalnya.
Perwira tinggi (pati) TNI AD yang pernah bertugas sebagai panglima Kostrad itu pun mempersilakan publik untuk cek langsung latar belakang para korban. Di antara 3 korban itu, seorang anak muda yang baru mulai bekerja namun harus kehilangan nyawa akibay ulah OPM.
“Slakan dicek saja secara umum. Apakah betul orang-orang itu intel-intel kami. Kan (mereka) pekerja-pekerja pertanian itu. Ada umur masih 24 tahun baru mulai kerja di sana,” tegasnya.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan, pemulangan jenazah ketiga korban sudah berlangsung sejak Kamis (10/9). Sesuai jadwal dan rencana, jenazah para korban diperkirakan tiba di rumah duka masing-masing hari ini (11/9).
”Jenazah (korban) atas nama WB telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang,” kata dia.
Pesawat yang membawa jenazah tersebut terbang dari Wamena untuk transit di Sentani. Kemudian melanjutkan penerbangan ke Makassar. Dari Makassar ke pesawat lebih dulu ke Jakarta. Dan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB, kembali terbang ke Kupang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022