Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 21.54 WIB

Eks Menpora Dito Ariotedjo Ungkap Pembicaraan Jokowi dengan Raja Arab Saudi soal Tambahan Kuota Haji

Mantan Menpora Dito Ario Tedjo (paling kiri) dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com). - Image

Mantan Menpora Dito Ario Tedjo (paling kiri) dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).

JawaPos.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkap pembicaraan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Raja Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Hal itu disampaikan Dito saat memberikan kesaksian dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (10/9).

Dito mengatakan, dirinya turut mendampingi Jokowi dalam agenda kerja sama bilateral dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Menurut dia, pembahasan dalam pertemuan tersebut tidak hanya mencakup urusan haji, tetapi juga sejumlah sektor lain.

"Kami mendampingi Bapak Presiden sesuai yang ada kerja sama dengan diminta oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, salah satunya ada olahraga, ada perdagangan, energi, dan tidak salah terorisme juga dan badan halal juga. Jadi menteri yang ikut yang memang sebelumnya diatur oleh Kementerian Luar Negeri," kata Dito saat memberikan kesaksian.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK kemudian menggali lebih jauh mengenai pembicaraan antara dua pimpinan negara yang secara khusus berkaitan dengan pelaksanaan haji untuk Indonesia. Dito menyebut pembahasan mengenai haji terjadi pada agenda terakhir, tepatnya saat makan siang.

"Sebenarnya untuk spesifik tidak ada, itu terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir," ujar Dito.

Menurut Dito, pembicaraan tersebut bermula ketika Raja Arab Saudi kembali menanyakan poin-poin konkret yang perlu menjadi fokus dari pertemuan kedua kepala negara. Dito mengaku hanya mengetahui pembahasan yang didengarnya dalam kesempatan tersebut karena pertemuan utama sebelumnya telah selesai.

"Oh tidak ada, itu hanya pada saat itu yang saya dengar dan ikuti karena pertemuan sudah selesai, dari Raja Arab menanyakan kembali kira-kira poin-poin apa saja yang harus menjadi fokus konkrit dari pertemuan kedua pimpinan negara tersebut," jelasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK kemudian menanyakan hasil pembicaraan tersebut, termasuk apakah Indonesia memperoleh tawaran tambahan kuota haji. Dito membenarkan bahwa Raja Arab Saudi menawarkan tambahan, tetapi tawaran itu tidak hanya berkaitan dengan kuota haji.

"Yang saya tahu memang dari Raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan. Tapi tidak hanya sebatas kuota tapi ada beberapa sektor lainnya seperti investasi dan juga perdagangan lainnya," ungkap Dito.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore