Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap sedang fokus pada pemulihan akibat 4 bencana besar yang terjadi di Indonesia.
Bencana yang dimaksud yakni gempa bumi NTT, erupsi Gunung Anak Krakatau, karhutla di 6 provinsi prioritas, serta progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatra.
Suharyanto melaporkan langsung penanganan keempat bencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.
"Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini meminta kepada BNPB fokus pada pemulihan pasca bencana. Pekerjaan berat menanti BNPB.
"Kita pulihkan keadaan dengan kekuatan kita sendiri. Masih banyak yang harus kita benahi," ujarnya.
Sementara, Suharyanto menyampaikan, status Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan dari Level II (WASPADA) menjadi Level III (SIAGA) sejak 2 Juli 2026.
"Tadi kami sudah melakukan video conference dengan Kepala BPBD. Semuanya melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa sementara yang dilaporkan," ujar Suharyanto.
Wilayah terdampak meliputi tiga kabupaten dan 15 kecamatan, dengan paparan abu vulkanik dirasakan hingga DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.
Sedangkan gempa di NTT sudah menunjukan penurunan intensitas. BMKG mencatat hingga 7 September 2026 telah terjadi 13.156 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2. Frekuensi gempa susulan dilaporkan menurun setiap minggunya.
Bencana ini telah membuat 48 jiwa meninggal dunia, 1.752 orang luka-luka, 72.864 jiwa masih mengungsi, 98.986 unit rumah rusak, dan 3.266 unit fasilitas umum rusak.
Distribusi logistik mencapai 2.142 ton dengan tingkat distribusi 98,39 persen. Sebanyak 115 sortie pesawat dan 2 kapal dikerahkan. Per hari ini, Posko Dukungan Logistik Nasional di Bandara Halim telah ditutup dan bantuan selanjutnya dialihkan ke Gudang Logistik BNPB di Jati Asih, Kota Bekasi.
Pada kategori karhutla, BNPB mencatat per 6 September 2026 total lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 72.009,10 hektare, dan 939,45 hektare di antaranya masih belum padam. Rincian per provinsi yakni Kalimantan Barat (97,8 hektare), Riau (283,35 hektare), Kalimantan Selatan (116,3 hektare), Kalimantan Tengah (91,3 hektare), Sumatera Selatan (341,7 hektare), dan Jambi (9 hektare).
Terakhri terkait pemulihan bencana banjir bandang Aceh dan Sumatera progress transfer bantuan stimulan untuk rumah rusak sedang dan ringan di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—per 6 September 2026 mencapai Rp703.017.000.000. Rincian transfer yakni Aceh (Rp 621,21 miliar), Sumatera Utara (Rp 62,03 miliar), dan Sumatera Barat (Rp 19,77 miliar).
Realisasi belanja masyarakat telah mencapai Rp 505,61 miliar, dengan progres perbaikan rumah yang terlihat signifikan di berbagai kabupaten seperti Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Kota Binjai, Lima Puluh Kota, Pasaman Barat, dan Agam.
Untuk pembangunan hunian tetap (huntap), dari 27.809 unit usulan, sebanyak 14.897 unit telah direviu dan siap dibangun. Total huntap yang sudah dalam proses pembangunan mencapai 1.055 unit, dengan rincian 841 unit telah selesai dan 214 unit sedang dalam pengerjaan.