
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dinilai disampaikan secara realistis karena bertumpu pada data, capaian kinerja, sekaligus proyeksi pembangunan nasional ke depan.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, mengungkapkan, pernyataan Prabowo juga dinilai memiliki pesan motivasional yang kuat untuk membangun optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia.
"Pidato beliau kuat membangun kepercayaan diri nasional bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk bertransformasi, bergerak maju, menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang selama ini belum terselesaikan," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham kepada wartawan, Jumat (14/8).
Baca Juga:Nilai Transaksi Jaringan Judol Internasional Kamboja di Indonesia Tembus Rp 890 Miliar Setahun
Menurut Idrus, dalam Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo secara meyakinkan menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai fundamental yang cukup kuat untuk melakukan transformasi di berbagai sektor. Sejumlah agenda, mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, reformasi kelembagaan, penataan BUMN, swasembada, hilirisasi hingga efisiensi pemerintahan dan penguatan pengawasan, disebut berada dalam satu arah kebijakan strategis.
Idrus berpandangan, seluruh transformasi tersebut memiliki satu tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah dinilai terus mendorong kegiatan ekonomi produktif, memperkuat kemandirian, serta meningkatkan daya saing nasional agar sasaran tersebut dapat tercapai.
Salah satu kebijakan yang disorot, kata Idrus, program swasembada solar melalui penerapan mandatori B50. Kebijakan tersebut menggunakan bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit dan dinilai menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
"Hal ini bukan sekadar tentang swasembada BBM, melainkan wujud nyata swasembada yang berbasis pada potensi sumber daya dalam negeri," ucapnya.
Idrus menekankan, Indonesia mempunyai sumber daya kelapa sawit yang melimpah. Terlebih, selama ini kebutuhan energi diesel masih sangat berkaitan dengan penggunaan minyak bumi dan produk impor.
Melalui implementasi B50, lanjutnya, sebagian kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan bahan baku dari dalam negeri sekaligus mengubah kekayaan alam menjadi salah satu fondasi kedaulatan energi nasional.
Ia menilai kebijakan tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Ketika ketergantungan terhadap impor berkurang, devisa yang sebelumnya digunakan untuk membeli produk dari luar negeri dapat dipertahankan dan berputar di dalam perekonomian nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
