
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) serta Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Idrus menilai, bergabungnya dua figur yang selama ini dikenal vokal dalam menyampaikan kritik ke dalam pemerintahan tidak otomatis membuat sikap kritis mereka menghilang. Menurutnya, posisi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas agar gagasan dan masukan kepada pemerintah bisa disampaikan secara langsung.
"Yang tentu kita tidak inginkan adalah ketika ada di dalam, daya kritisnya tidak ada lagi atau hilang," kata Idrus kepada wartawan, Senin (5/10).
Baca Juga:Bukan Keberuntungan, Ini Rahasia Phillerson Silva Rajin Cetak Gol Tendangan Bebas untuk PSMS Medan
Menurut Idrus, kritik tidak harus selalu datang dari luar pemerintahan. Hal yang lebih penting kritik tersebut mampu diterima dan digunakan sebagai bahan evaluasi maupun perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia berpandangan, berada di dalam pemerintahan justru memberikan kesempatan lebih besar bagi seseorang untuk berinteraksi dengan para pengambil kebijakan. Dengan begitu, komunikasi antara pemberi masukan dan pemerintah dapat berlangsung lebih intensif.
"Kalau ada di dalam, maka tentu peluang untuk ketemu, untuk berkomunikasi dengan pusat kekuasaan itu sangat-sangat memiliki peluang yang lebih besar dan frekuensi yang lebih besar," ujarnya.
Idrus mengajak masyarakat melihat keputusan Prabowo tersebut dalam konteks yang lebih luas. Menurut dia, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia sebagai rumah bersama, terlepas dari apakah seseorang berada di dalam struktur pemerintahan atau tidak.
"Indonesia ini adalah rumah kita bersama yang harus kita rawat secara bersama dan berperan sesuai dengan posisi dan profesi kita masing-masing," ucap Idrus.
Ia menegaskan, hubungan antara pemerintah dan masyarakat seharusnya tidak selalu ditempatkan dalam posisi berhadap-hadapan. Keduanya merupakan bagian dari satu kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dalam Rumah Besar kita, Indonesia, antara Pemerintah dan Masyarakat adalah satu kesatuan sebagai Penghuni dan Pemilik Rumah bersama, karena itu, mereka bukan lawan, bukan musuh, tetapi mitra bahkan sesama anggota Keluarga Besar dalam Rumah Besar kita, Indonesia," tegas Idrus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022