
Menko Polkam Djamari Chaniago menjelaskan upaya penanggulangan karhutla yang sudah dilakukan di Indonesia sampai Senin (10/8). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan kembali para kapolda dan pangdam di seluruh Indonesia. Langkah penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) bakal menentukan nasib perjalanan karir mereka ke depan.
Sejak lama, pangdam dan kapolda yang dinilai tidak bekerja optimal dalam penanggulangan karhutla dimutasi atau dipindahtugaskan. Menurut Djamari, sampai saat ini hal itu masih berlanjut. Bahkan terus dia tekankan setiap kali kunjungan kerja ke daerah.
”Masih berlaku (sampai sekarang), pada saat saya berkeliling ke daerah, saya tekankan itu. Keberhasilan anda (kapolda dan pangdam) mengendalikan (karhutla) tadi adalah bagaimana karir anda ke depan,” kata dia pada Senin (10/8).
Djamari menyebut, yang menjadi tolok ukur penilaian adalah upaya mengendalikan dan menyelesaikan karhutla. Bukan ada atau tidaknya titik api. Sebab, titik api karhutla sudah membakar 107 ribu hektare lahan dan hutan di berbagai daerah di Indonesia.
”Artinya, dalam upaya mengendalikannya disebut, diukur berhasil atau tidak berhasil. Kalau tidak berhasil, dia punya konsekuensi. Begitu. Tetap itu berlaku,” tegasnya.
Djamari mengakui, dalam kondisi saat ini yang paling efektif adalah pelaksanaan operasi udara dan operasi modifikasi cuaca. Namun, operasi modifikasi cuaca butuh keberadaan awan hujan yang sejauh ini belum muncul. Sehingga langkah lain harus dilakukan.
”Tetapi, keadaan yang sekarang kita tidak bisa hanya menunggu operasi udara, menunggu awan hujan itu ada,” ujarnya.
Untuk itu, tim darat dan tim udara terus bekerja. Tim darat melakukan pemadaman karhutla dengan mengandalkan fleksibel tank, termasuk dengan membuat sumur-sumur di lokasi karhutla. Sementara tim udara melakukan water bombing menggunakan helikopter dan pesawat fix wing.
Berdasar catatan, sejauh ini ada 6 daerah yang dinilai paling kritis. Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga Kalimantan Selatan (Kalsel). Selain itu, beberapa titik karhutla menjadi atensi di Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi itu terjadi karena fenomena El Nino tahun ini lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya. Fenomena tersebut menyebabkan terjadinya kekeringan dan kebakaran. Bahkan, kemarau tahun ini sudah diprediksi akan berlangsung jauh lebih panjang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
