Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2026 | 12.50 WIB

Triwulan III mulai Cair Agustus, Cek Alasan Jutaan KPM Dicoret Kemensos!

Petugas PT Pos Indonesia (Persero) salurkan bansos sembako dan PKH di daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) secara door to door. (Dok/JawaPos.com) - Image

Petugas PT Pos Indonesia (Persero) salurkan bansos sembako dan PKH di daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) secara door to door. (Dok/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako untuk periode Triwulan III (Juli–September 2026) terus dikebut.

Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan seluruh proses distribusi pencairan dana bantuan ini rampung secara merata pada bulan Agustus.

Hingga awal Agustus 2026, pencairan Bansos PKH tercatat telah menembus lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara itu, penyaluran bansos sembako sudah menjangkau lebih dari 12 juta KPM dan diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai target total lebih dari 18 juta penerima.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan distribusi saat ini bergerak aktif di lapangan demi mengejar target penuntasan.

"Penyaluran bantuan sosial kita di triwulan ketiga, sampai sekarang terus berproses, sudah lebih dari 7 juta (KPM) yang disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta (KPM) untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako," ujar Mensos Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta. 

Update Data KPM: Jutaan Penerima Dialihkan

Proses pencairan bansos periode ini merujuk pada pemutakhiran basis data berkala dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diserahkan ke Kemensos setiap tanggal 10 pada bulan salur. Dinamika sosial ekonomi masyarakat membuat daftar penerima mengalami penyesuaian signifikan.

Gus Ipul menjelaskan, perubahan data KPM merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika kependudukan hingga perubahan status ekonomi penerima manfaat.

"Nah tentu data itu selalu dinamis, ada yang exclusion error, ada inclusion error, ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang pindah tempat, kemudian ada yang naik kelas, ada yang turun kelas, ada juga yang menikah, dan seterusnya," ujar Gus Ipul.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore