
Sejumlah petugas melakukan penanganan karhutla di Riau. (FB Anggoro/Antara)
JawaPos.com - Pemerintah didesak segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi fenomena Super El Niño 2026–2027 atau El Niño Godzilla. Fenomena iklim itu bisa berdampak dengan munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Desakan itu dikemukakan oleh Guru Besar Ekonomi Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Sudarsono Soedomo. Dia menilai, risiko karhutla akan meningkat secara signifikan jika Indonesia menghadapi El Niño Godzilla. Terlebih, jika fenomena tersebut berbarengan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat semakin menekan curah hujan di sejumlah wilayah.
"Musim kemarau akan menjadi lebih panjang, lebih kering, dan lebih panas sehingga kelembapan bahan bakar alami seperti serasah, ranting, dan gambut turun ke titik kritis," sebutnya Sudarsono kepada wartawan pada Selasa (28/7).
Akibatnya, api sangat mudah menyala dan cepat menyebar. Tanda-tanda peningkatan risiko mulai terlihat pada musim kemarau tahun ini. Misalnya, data harian Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) Karhutla BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut, sepanjang 1–21 Juli 2026 terdeteksi 117 hotspot. Semua itu tersebar di berbagai wilayah Kalteng. Dalam periode yang sama, tercatat 30 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 27,09 hektare.
Padahal Indonesia memiliki sistem pemantauan yang jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi El Niño pada 1997 maupun 2015 yang telah membakar jutaan hektare hutan. Sistem deteksi dini berbasis satelit, pemantauan hotspot, hingga informasi cuaca telah berkembang pesat. Namun, kesiapan teknologi tersebut harus diimbangi dengan koordinasi lapangan yang kuat.
Dia mengingatkan, restrukturisasi kelembagaan setelah berakhirnya Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) membuat koordinasi lintas instansi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah tidak boleh kehilangan momentum dalam melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
Untuk itu, Sudarsono mengusulkan lima langkah prioritas yang harus segera dieksekusi pemerintah. Pertama, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama pemerintah daerah (pemda) segera mengintensifkan program pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut. Pastikan tidak ada celah kelembagaan yang menghambat aksi di lapangan.
Kedua, mempertimbangkan moratorium sementara terhadap pembukaan lahan selama puncak musim kemarau, terutama di kawasan gambut dan hutan primer. Berdasar Pasal 69 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang memberikan pengecualian pembukaan lahan melalui pembakaran maksimal dua hektare dengan alasan kearifan lokal perlu ditinjau kembali dan bahkan ditangguhkan selama terjadi Super El Niño.
Dia menjelaskan, kearifan lokal pada dasarnya dirancang untuk kondisi iklim normal atau basah, ketika api masih dapat dikendalikan. Namun, dalam situasi anomali iklim ekstrem seperti Super El Niño, daya dukung lingkungan telah berubah secara drastis sehingga risiko api lepas kendali meningkat tajam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022