Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 01.16 WIB

Optimalkan Penanggulangan Karhutla, Kemenhut Evaluasi Standar Personel dan Peralatan Manggala Agni

Menhut Raja Juli menekankan pentingnya dukungan untuk Manggala Agni dalam upaya optimalisasi penanggulangan karhutla di Indonesia. (Kemenhut) - Image

Menhut Raja Juli menekankan pentingnya dukungan untuk Manggala Agni dalam upaya optimalisasi penanggulangan karhutla di Indonesia. (Kemenhut)

JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengevaluasi standar personel dan peralatan Manggala Agni. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengoptimalkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa Manggala Agni sebagai garda terdepan penanggulangan karhutla harus mendapat dukungan terbaik. Sehingga langkah-langkah yang mereka ambil di lokasi penugasan tidak terkendala. Selain itu, dukungan dibutuhkan untuk memastikan keamanan personel.

Menurut Raja Juli, evaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni adalah bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Dia menyebut, perlu penyusunan kebutuhan minimum yang harus dimiliki Manggala Agni sebagai dasar dukungan operasional penanggulangan karhutla.

”Yang kita sebut Minimum Essential Cost, kalau di pertahanan itu kan minimum apa supaya Manggala Agni sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” kata dia dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut pada Selasa (14/7).

Dukungan penguatan tersebut, lanjut Raja Juli, sangat penting. Apalagi di tengah prediksi terjadinya fenomena El Nino dan ancaman kekeringan yang sudah mulai terasa di beberapa daerah. Selain peralatan, Kemenhut turut mengevaluasi berbagai langkah pencegahan karhutla.

Termasuk diantaranya kebutuhan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di daerah-daerah rawan. Evaluasi tersebut dilakukan agar setiap langkah pengendalian disusun berdasar pada kondisi di lapangan dan kebutuhan riil.

”OMC cuma 2 kali awal Januari misalkan, bikin (jadi) 5, bikin 7, berapa yang benar-benar (diperlukan). Tapi, sekali lagi Government diperbaiki, TMAT-nya dilihat bener nggak air di Riau di Kalbar itu sudah di bawah itu,” bebernya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kemenhut itu menyampaikan bahwa penggunaan anggaran penanggulangan karhutla harus cermat dan terukur. Dia meminta seluruh kebutuhan dihitung secara terperinci. Dengan begitu, setiap dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan petugas di lapangan.

”Hati-hati banget, jangan aji mumpung (menggunakan anggaran). Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” tegas dia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore