
Kepala BGN Sudaryono menemui sejumlah perwakilan Asosiasi Pangan Gizi (APGI) 3T di Kantor BGN, Kamis (23/7). (Tangkapan layar video instagram @sudaru_sudaryono)
JawaPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjawab keluhan perwakilan Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang mengeluhkan belum adanya kepastian pembayaran meski sebagian mitra telah menjalankan operasinal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama hampir satu tahun.
Sudaryono mengaku tengah mempelajari persoalan tersebut dan berupaya mencari solusi dalam waktu singkat.
"Jadi saya, itu sudah mempelajari, berusaha nih sekarang dalam waktu yang singkat ini begini. Kenapa saya kebut? Saya sudah semalam itu sampai hampir jam berapa saya? Sampai jam sebelas kalau nggak salah ya. Itu pun sudah berasap tuh kepala saya ya. Nah, dan saya dari pagi sudah di sini, dan ini rencana juga sampai malam," kata Sudaryono melalui postingan akun instagram @sudaru_sudaryono, Jumat (25/7).
Ia meminta para mitra memberikan waktu kepada BGN untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Meski belum dapat memastikan mekanisme penyelesaiannya, Sudaryono berjanji para mitra tidak akan dirugikan.
"Kasih saya waktu, yang bisa saya pastikan adalah Bapak Ibu semua mungkin tidak bisa untung seperti apa yang, tapi setidaknya Bapak Ibu tidak dirugikan. Skemanya lagi saya carikan. Gitu ya? Ini direkam semua, ini Anda boleh rekam semua, saya pertanggungjawabkan sebagai pimpinan di sini," tegasnya.
Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang sejak awal mendukung pelaksanaan program pemerintah.
"Anda adalah sahabat, mitra dari Pak Prabowo, Anda adalah sahabat kawan dari Pak Prabowo, dari Pak Presiden yang dulu orang belum yakin, Anda sudah yakin," ujarnya.
Dalam dialog di Kantor BGN, Jakarta, pada Kamis (23/5), perwakilan APGI 3T menegaskan sejak awal mereka memandang diri sebagai mitra pemerintah, bukan pihak yang berseberangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita dari berbagai daerah Pak, ini dari Aceh, dari Kalimantan, dari Papua, dari NTB, ini dari NTT. Sebenarnya dari awal itu kami berpikir kita ini bukan lawan tapi kawan. Hanya saja kenapa kami dibuat seperti ini?" ujar perwakilan APGI 3T.
Perwakilan mitra lainnya menjelaskan bahwa berdasarkan surat keputusan awal, mereka hanya diberi waktu 35 hari sebelum dilakukan appraisal dan pembayaran. Namun, hingga kini kepastian pembayaran belum juga diterima.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
