
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansah. (Istimewa)
JawaPos.com - Pakar Hukum dan Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menegaskan kolaborasi antarlembaga penegak hukum menjadi salah satu kunci untuk menciptakan penegakan hukum yang efektif, transparan, sekaligus mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan.
Menurutnya, penanganan berbagai perkara hukum selama ini masih cenderung dilakukan secara sektoral. Masing-masing institusi lebih banyak menjalankan kewenangannya sendiri sehingga koordinasi dalam mengusut suatu perkara belum berjalan secara optimal.
Ia menilai budaya birokrasi yang masih dipengaruhi ego sektoral menjadi salah satu penyebab lemahnya sinergi antarlembaga.
"Budaya birokrasi di Indonesia dalam tata kolaborasi itu selalu sektoral. Tidak pernah satu lembaga merasa, 'yuk kita sama-sama menyelesaikan ini, kita kolaborasi, kita koordinasi'," kata Trubus dalam diskusi bertajuk "Sinergitas TNI-Polri-Kejaksaan dalam Mewujudkan Asta Cita" yang diselenggarakan Jakarta Journalist Center, Jumat (24/7).
Trubus menilai, publik mengharapkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, independen, dan dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap perkara seharusnya diusut secara komprehensif, mulai dari pembuktian, hubungan sebab akibat, hingga keterkaitan dengan pihak-pihak lain yang diduga memiliki peran dalam kasus tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kurangnya penjelasan yang utuh dari aparat penegak hukum sering kali memunculkan spekulasi di ruang publik yang pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum.
Trubus menekankan, sinergi antarlembaga tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau simbolis. Terpenting adalah adanya koordinasi nyata dan langkah bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan hukum.
"Kalau sudah salaman, lalu apa yang harus dilakukan? Yang dibutuhkan adalah bagaimana mereka mengeksekusi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul," ujarnya.
Lebih lanjut, Trubus menekankan meski setiap institusi memiliki tugas, fungsi, dan kewenangan yang berbeda, pembagian tersebut semestinya tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dalam menangani perkara-perkara yang kompleks.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022