
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah, dinilai berdampak besar terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.
Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (Formappi), Lucius Karus, menilai sejak Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian, kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan mengalami penurunan.
Menurutnya, posisi Febrie sebagai mantan petinggi Korps Adhyaksa membuat kasus tersebut menjadi sorotan serius karena dianggap mencederai integritas lembaga.
"Publik terus mengawal dan menunggu sejauh mana kemudian kejaksaan mengungkap, membongkar, dan menunut Febrie Adriansyah. Namun, publik juga sebetulnya tidak terlalu percaya kejaksaan dalam menangani kasus ini, karena penyidik-penyidik khususnya di Pidsus adalah mantan atau bekas anak buahnya Febrie," kata Lucius Karus di Jakarta, Kamis (23/7).
Berdasarkan catatan Formappi, lanjutnya, agenda pemberantasan korupsi di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Salah satunya adalah adanya pembiaran yang dinilai berlangsung secara sistemik.
Ia mencontohkan, dalam beberapa tahun terakhir DPR membahas sejumlah rancangan undang-undang yang menurutnya lebih sarat kepentingan tertentu dibandingkan kepentingan publik.
Selain itu, Lucius juga menyoroti rendahnya kepatuhan sebagian pejabat negara dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan dalam mengusut perkara korupsi, terutama ketika penyidik harus menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang.
Menurutnya, ketidakjujuran dalam melaporkan asal-usul harta kekayaan membuat aparat penegak hukum menghadapi tantangan lebih besar dalam membongkar aliran dana hasil kejahatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan perkara yang menjerat mantan Jampidsus harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem penegakan hukum dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022