
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.
JawaPos.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri naik pangkat menjadi komjen. Dari jenderal bintang dua Polri, kini Asep menjadi jenderal bintang tiga pertama yang menduduki kursi kapolda. Namun, kenaikan pangkat tersebut dinilai masih kurang bila tidak dibarengi beberapa hal mendasar seperti reformasi akuntabilitas.
Bambang Rukminto selaku pemerhati isu-isu kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menyampaikan bahwa kenaikan status komando tanpa reformasi akuntabilitas, kontrol sipil, dan kultur demokratis aparat berisiko memperbesar struktur keamanan tanpa memperkuat rasa aman publik. Hal itu harus dijawab oleh Polda Metro Jaya.
”Ukuran keamanan demokratis bukan seberapa tinggi pangkat aparatnya, tetapi seberapa efektif negara menjaga stabilitas tanpa mengikis kebebasan sipil dan menjamin rasa aman nyaman masyarakat,” ucap Bambang saat diwawancarai pada Kamis (14/5).
Menurut Bambang, kenaikan pangkat tersebut bukan hanya menaikan kelas Polda Metro Jaya sebagai salah satu satuan kerja (satker) kewilayahan Polri. Ada risiko yang membayangi keputusan tersebut. Diantaranya semakin dominannya pendekatan kontrol keamanan terhadap ruang sipil, demonstrasi, serta dissent politik.
Baca Juga:Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 131 Ribu Penumpang Padati Bandara Soekarno-Hatta Hari Ini
”Problemnya, keamanan Jakarta sesungguhnya tidak semata soal kapasitas koersif negara. Akar persoalannya justru banyak bersifat struktural seperti ketimpangan sosial, distrust terhadap institusi, penegakan hukum yang problematik, dan polarisasi politik,” bebernya.
Di sisi lain anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam menyebut, dari aspek dinamika sosial, politik, dan ekonomi masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya juga berbeda dari polda-polda lain di Indonesia. Karena itu, pihaknya memandang keputusan Polri merupakan sinyal baik.
”Sehingga peningkatan status bintang dua menjadi bintang tiga dibarengi dengan peningkatan pelayanan terbaik, semoga ini menjadi sinyal yang baik untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Kompolnas berharap besar, kenaikan pangkat kapolda metro jaya dibarengi dengan peningkatan terbaik kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dengan begitu, kenaikan pangkat kapolda dari jenderal bintang dua menjadi jenderal bintang tiga diimbangi dengan perbaikan kinerja.
”Kami berharap Polda Metro Jaya dengan kenaikan pangkat (kapolda) dari bintang dua menjadi bintang tiga itu diimbangi, dibarengi dengan peningkatan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, kepada komponen atau entitas masyarakat yang ada di wilayah kerja Polda Metro Jaya,” ucap Anam. (***)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
