Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2026 | 17.36 WIB

Jelang Muktamar ke-35, PBNU Diingatkan Memilih Pemimpin Berdasarkan Tradisi Keilmuan NU

Pengamat sosial politik Prof. Fachry Ali. (Istimewa) - Image

Pengamat sosial politik Prof. Fachry Ali. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengamat sosial politik Prof. Fachry Ali meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali kepada keilmuan pendirian NU. Semangat ini yang perlu didorong menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar tahun ini. 

Fachry mengatakan, dalam tradisi NU, Syuriyah seharusnya dipimpin tokoh yang memiliki tingkat keilmuan, keimanan, dan otoritas agama lebih tinggi dibanding unsur pengurus lainnya, termasuk Tanfidziyah.

“Yang terjadi di kalangan NU sekarang, pertama, massa NU secara keseluruhan telah mengalami peningkatan pendidikan secara massif. Karena itu mereka mampu memberikan penilaian rasional terhadap kinerja organisasi mereka sendiri, yaitu NU,” ujar Fachry, Rabu (13/5).

Dia menjelaskan, perlu ada pendalaman pendidikan di tingkat elite PBNU. Sehingga, melahirkan figur-figur dengan kapasitas keilmuan tinggi.

“Ketika elite NU yang masuk ke organisasi itu memiliki pengetahuan luas dan diakui secara internasional, lalu menjadi Tanfidziyah, maka Syuriyah tentu harus orang yang berada di atasnya dalam konteks ilmu agama, keimanan, dan otoritas keulamaan,” imbuhnya.

Sebagai contoh, Fachry mengulas sosok almarhum KH Sahal Mahfudz sebagai representasi ideal Rois Syuriyah. Figur tersebut dianggap memiliki kapasitas keilmuan dan otoritas agama jauh di atas jajaran Tanfidziyah pada masanya.

Selain itu, Said Aqil Siradj juga diangaap memiliki kedalaman ilmu agama sangat tinggi karena tidak hanya belajar di pesantren, tetapi juga menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral dan profesor di Arab Saudi.

“Saya sebenarnya menunjuk Kang Aqil Siradj. Ilmu keagamaannya sangat tinggi dan otoritas keagamaannya kuat. Nah, di situlah dilema PBNU jika Tanfidziyah dianggap lebih tinggi daripada Syuriyah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Muktamar tahun ini diharapkan bisa berjalan sebaik mungkin. Sehingga, bisa melahirkan pemimpin berkualitas, dan memperkuat posisi NU.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore