Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Mei 2026 | 21.14 WIB

Momen Nadiem Makarim Mendapat Pelukan Hangat Rocky Gerung saat Jalani Sidang Dugaan Korupsi Chromebook

Momen Nadiem Makarim mendapat pelukan hangat dari Rocky Gerung saat hendak menjalani sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5). - Image

Momen Nadiem Makarim mendapat pelukan hangat dari Rocky Gerung saat hendak menjalani sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5).

JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, kembali menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa tersebut menarik perhatian banyak pendukung yang memadati ruang persidangan. Sejumlah pengemudi ojek daring hingga aktivis dan pengamat politik, Rocky Gerung, turut hadir mengikuti jalannya persidangan.

Ketika Nadiem memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, mendapat banyak sambutan dari para pendukung yang bergantian menyalaminya. Bahkan, momen hangat terjadi saat Nadiem bertemu Rocky Gerung yang langsung memeluknya sebagai bentuk dukungan moral.

Di sela-sela persidangan, Rocky menjelaskan kehadirannya bukan untuk memberikan dukungan politik kepada Nadiem. Ia mengaku datang untuk mengamati proses hukum dari sudut pandang penalaran hukum atau legal reasoning.

“Saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum. Saya mengajar legal reasoning, dan itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan, segala macam,” ujar Rocky.

Menurut Rocky, sebuah perkara pidana tidak cukup hanya memuat rangkaian fakta semata. Ia menilai proses hukum harus mampu menunjukkan hubungan logis antara fakta, alat bukti, dan unsur pidana yang didakwakan.

Selama mengikuti jalannya persidangan, Rocky menilai tim jaksa sebenarnya memiliki kemampuan yang baik. Namun, ia melihat ada kesulitan dalam menghubungkan fakta-fakta yang ada menjadi alat bukti yang kuat untuk mendukung dakwaan terhadap Nadiem.

“Saya kira jaksa pintar, tapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti. Bukti untuk jadi tuduhan. Di situ dia gagal saya kira,” ucapnya.

Rocky juga menyoroti isu mengenai keberadaan tim khusus yang disebut dibawa Nadiem ke lingkungan kementerian. Menurutnya, langkah seorang menteri membawa tenaga ahli atau tim pendukung merupakan hal yang wajar dan tidak dapat langsung dikategorikan sebagai tindak pidana.

“Bagaimana misalnya menghubungkan satu kecemasan bahwa Saudara Nadiem kok membawa masuk tim khusus? Bukankah itu fungsi dari kementerian? Sebetulnya seorang menteri kalau dia lihat kementeriannya bodoh, ya dia bawa yang pintar kan? Dan itu bukan kriminal,” tegasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore