Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 14.41 WIB

Hadiri KTT ke-48 ASEAN, Prabowo Tegaskan Ketahanan Energi Masalah Mendesak

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5). - Image

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).

Prabowo menyoroti ketahanan energi kini menjadi salah satu tantangan paling mendesak yang harus dihadapi bersama oleh negara-negara di kawasan. Menurutnya, meningkatnya tekanan global dan situasi geopolitik yang tidak stabil di Timur Tengah membuat persoalan energi tidak lagi dapat dipandang sebagai isu jangka panjang.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” kata Prabowo dihadapan para pemimpin negara ASEAN.

Kepala Negara juga menyoroti besarnya potensi energi terbarukan yang dimiliki negara-negara kawasan, seperti Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Potensi tersebut mencakup tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan produktif yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia kemudian mengajak seluruh negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut, tidak hanya demi memenuhi kebutuhan energi subkawasan, tetapi juga untuk mendukung percepatan transisi energi di tingkat ASEAN.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” ujar Prabowo.

Prabowo mendorong langkah nyata dalam pengembangan energi bersih di kawasan. Sejumlah proyek yang disebut antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir. Menurutnya, upaya yang sedang dilakukan Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi surya nasional.

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ucapnya.

Selain sektor energi, Prabowo menegaskan pentingnya penguatan konektivitas antarwilayah di subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berlangsung lebih efisien.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore