
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta. (Dokumentasi Jawa Pos Group)
JawaPos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Ari, menekankan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas di ruang manfaat jalur rel. Aturan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 181 ayat (1).
“KAI Daop 4 Semarang mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan Pasal 181 ayat 1 UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” ujar Luqman dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Jumat (1/5).
Menurutnya, masih adanya aktivitas warga di sekitar rel menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan. Karena itu, KAI terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki perlintasan sebidang tanpa penjagaan.
Selain larangan beraktivitas di jalur rel, KAI juga mengingatkan para pengguna jalan agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Kewaspadaan dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan.
“Pengendara jalan raya supaya lebih hati-hati dan mematuhi rambu-rambu ketika melintas di perlintasan sebidang. Pastikan aman sebelum lewat, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri. Kalau sudah benar-benar aman, baru melintas,” tegas Luqman.
Sebelumnya, perjalanan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir - Surabaya Pasarturi tertemper mobil di JPL 52 KM 29+800 di jalur hulu antara Stasiun Panunggalan – Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB.
Akibat kejadian temperan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna dilakukan pemeriksaan kondisi sarana. Imbas kejadian itu 4 orang meninggal, sedangkan 5 lainnya luka-luka.
Di sisi lain, pada Senin (27/4) KA Agro Bromo Anggrek menjadi bagian dari insiden di Tragedi Bekasi karena menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Imbas kejadian itu, sebanyak 16 orang penumpang di gerbong perempuan dinyatakan meninggal dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022