Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 22.40 WIB

Antara Hidup dan Mati, Sepuluh Jam Menegangkan di Balik Operasi Penyelamatan Korban Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari saat berbincang dengan JawaPos.com terkait dengan evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com) - Image

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari saat berbincang dengan JawaPos.com terkait dengan evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Malam merangkak naik ketika dering telepon genggam Desiana Kartika Bahari terdengar pada Senin (27/4). Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Demikian bunyi informasi yang diterima oleh kepala Kantor SAR Jakarta tersebut. Saat itu pula dia bergegas menghubungi Unit Siaga SAR Bekasi. Mereka adalah Tim SAR terdekat dari lokasi kecelakaan.

Sepuluh menit berselang, tim tersebut sudah berada di lokasi kecelakaan. Kedatangan mereka disusul oleh Tim SAR dan Basarnas Special Group (BSG) dari Jakarta. Desiana termasuk diantaranya. Yang tampak pertama kali dalam pandangan matanya adalah kepanikan. Penumpang, petugas, dan masyarakat berdesak-desakan di area peron. Di luar, sirene ambulans meraung-raung.

Sebagai kepala Kantor SAR, Desiana menyadari malam itu akan menjadi sangat panjang. Tabrakan kereta yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut sangat dahsyat. Lokomotif Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek masuk ke dalam rangkaian KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Gerbong khusus perempuan hancur. Korban terjepit di antara besi-besi kereta.

”Memang suasananya crowded, kami sulit untuk klir area. Banyak yang lalu-lalang, mungkin karena jiwa kemanusiaan semua ingin menolong. Akhirnya saya dapat toa dari petugas keamanan, langsung saya minta yang tidak menggunakan APD untuk menjauh dari gerbong. Karena kami akan lakukan evakuasi,” ucap Desiana saat berbincang dengan JawaPos.com pada Jumat siang (1/5).

Imbauan itu disusul pergerakan Tim SAR Gabungan. Sterilisasi dilakukan, hanya petugas yang boleh masuk area peron. Desiana dan timnya berkejaran dengan waktu. Korban selamat berada di antara hidup dan mati. Dia tidak ingin mereka kehilangan kesempatan untuk tetap hidup. Maka perawat yang sudah berada di lokasi kecelakaan diminta menghubungi rumah sakit untuk mendatangkan dokter.

”Saya perlu dokter, setelah itu langsung berdatangan dokter spesialis ortopedi, spesialis bedah, dan spesialis lainnya,” kata Desiana.

Para dokter itu ditugaskan untuk memastikan korban selamat tetap hidup. Mereka dibolehkan memberikan tindakan apapun yang dibutuhkan. Termasuk memasang selang oksigen, menjaga saturasi korban, dan memastikan seluruh tanda-tanda vital korban tetap dalam batas normal. Meski tidak banyak komunikasi antara Tim SAR dengan para korban, Desiana melihat harapan dari kontak mata yang terjadi.

”Saya pegang tangan mereka, mengajak mereka untuk berdoa, untuk terus kuat dan saling menguatkan,” ucap perempuan yang memimpin Kantor SAR Jakarta sejak Januari 2024 tersebut.

Di tengah situasi genting itu, Desiana mengaku suasana yang sempat tegang sempat terasa sangat mengharukan. Bisikan dari korban terdengar di telinganya. Mereka bilang sakit. Tim dokter langsung memberikan pereda nyeri. Mereka bilang ngantuk. Desiana meminta agar korban terus bertahan sambil terus mengupayakan pemotongan besi-besi kereta segera dituntaskan.

Meski terdengar sederhana, memotong besi-besi yang menjepit para korban bukan perkara mudah. Tidak semua orang bisa, termasuk anak buahnya di Basarnas. Hanya petugas berkualifikasi tertentu yang mampu menggunakan Vehicle Accident Rescue, peralatan yang dibawa oleh petugas Basarnas untuk melakukan ekstrikasi korban.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore