
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Booby Rasyidin (kedua kanan) memberikan keterangan pasca kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Desakan agar Direktur Utama PT KAI mundur pasca kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur kian nyaring. Namun, pengamat transportasi menilai bahwa mencari "kambing hitam" tidak akan menyelesaikan akar masalah keselamatan kereta api yang sesungguhnya: minimnya anggaran.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, secara tegas mendesak Dirut KAI untuk melepas jabatannya. Menurutnya, kegagalan sistem keselamatan adalah tanggung jawab manajemen, bukan sekadar kesalahan operasional biasa.
"Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak. Kami mendesak dirut KAI untuk mengundurkan diri," kata Firnando, Selasa (28/4).
Realita di Lapangan: Anggaran Keselamatan Dipangkas?
Menanggapi itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno memiliki pandangan kontras. Alih-alih merombak manajemen, ia menyoroti defisit anggaran yang berdampak langsung pada aspek keselamatan akibat pengalihan dana ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Djoko mengungkapkan kekhawatirannya bahwa para pemangku kebijakan, termasuk DPR, cenderung diam saat membahas pemangkasan anggaran yang krusial bagi keselamatan transportasi.
"Akar masalah kita tuh sekarang ini MBG," ujar Djoko.
Krisis Anggaran Operasional
Djoko menegaskan bahwa keselamatan kereta api bukan hanya soal teknologi, melainkan ketersediaan dana operasional yang memadai. Ia menyoroti minimnya dana untuk perawatan hingga honor petugas di daerah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
