
Penandatanganan kerja sama antara UI dengan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) serta Chinese University of Hong Kong (CUHK) menjadi penanda penting arah baru kolaborasi lintas negara yang lebih berdampak. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah lanskap pendidikan tinggi global yang semakin kompetitif, Universitas Indonesia (UI) memperluas jejaring internasional ke Hong Kong—salah satu pusat pendidikan dan inovasi di Asia. Penandatanganan kerja sama antara UI dengan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) serta Chinese University of Hong Kong (CUHK) menjadi penanda penting arah baru kolaborasi lintas negara yang lebih berdampak.
Kerja sama UI dengan kedua instisusi tersebut akan mencakup sejumlah program konkret, antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, penyusunan proposal riset bersama, hingga pengembangan program double degree. Fokus utamanya adalah mendorong kolaborasi di bidang-bidang strategis seperti tropical disease dan medical devices, dua sektor yang semakin relevan di tengah tantangan kesehatan global.
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menyebut bahwa pendekatan ini bukan hal baru. Sebelumnya, UI telah menjalin kolaborasi riset dengan University of Oxford dalam uji klinis vaksin TBC. Proyek tersebut berhasil memperoleh pendanaan hingga 20 juta dolar AS dari Bill & Melinda Gates Foundation—sebuah capaian yang menunjukkan kapasitas UI dalam mengelola riset berskala internasional. Model kerja sama inilah yang kini ditawarkan kepada HKUST dan CUHK.
“Pengalaman UI dalam kolaborasi internasional menunjukkan bahwa sinergi lintas negara mampu menghasilkan riset berkualitas tinggi dan berdaya guna. Kami optimistis, kemitraan UI dengan Hong Kong University of Science and Technology dan Chinese University of Hong Kong akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti untuk berkembang di ekosistem global,” ujar Prof. Heri.
Baca Juga:10 Universitas Terbaik di Indonesia 2026 Versi SCImago, UI Teratas, Unair-Brawijaya Masuk Daftar
Peringkat UI yang kini berada di posisi 189 dunia versi QS World University Rankings menjadi sinyal bahwa universitas ini semakin kompetitif di panggung global. Bagi HKUST dan CUHK—yang masing-masing berada di jajaran universitas 50 top dunia—UI dipandang sebagai mitra yang relevan, khususnya untuk memperluas pengalaman mahasiswa mereka di kawasan Asia Tenggara.
HKUST dikenal sebagai universitas riset modern dengan kekuatan di bidang sains, teknologi, dan bisnis. Berdiri pada 1991, institusi ini memiliki ekosistem inovasi yang kuat, didukung puluhan pusat riset dan kolaborasi erat dengan industri. Sementara itu, CUHK menawarkan pendekatan unik dengan sistem kolese dan pendidikan bilingual, serta keunggulan riset di bidang biomedis dan kecerdasan buatan.
Kesamaan visi dalam riset dan pendidikan menjadi titik temu ketiga institusi ini. Salah satu bentuk konkret yang tengah dijajaki adalah program joint degree dan double degree dengan berbagai skema seperti 3+1 dan 4+0. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi di lebih dari satu negara dan memperoleh gelar dari dua universitas sekaligus—sebuah nilai tambah dalam dunia kerja global.
Lebih dari sekadar mobilitas akademik, kerja sama ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi lebih mengutamakan kolaborasi daripada sekadar bersaing. Universitas Indonesia menjadi bagian dari jaringan global untuk mencari solusi atas berbagai tantangan dunia. Melalui langkah ini, UI memperkuat perannya sebagai penghubung antara Indonesia dan dunia, sekaligus membawa isu seperti tropical disease dan medical devices ke tingkat internasional agar memberi manfaat yang lebih luas.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
