
Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU menjadi salah satu pembicara dalam panel bertajuk Forging a New Asia-Oceania Higher Education Compact di forum internasional THE Asia Summit 2026, yang berlangsung di Hong Kong, pada 22–24 April 2026. (Istimewa).
JawaPos.com - Universitas Indonesia (UI) menegaskan posisinya sebagai aktor penting dalam jejaring pendidikan tinggi global melalui partisipasi Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, dalam forum internasional THE Asia Summit 2026, yang berlangsung di Hong Kong, pada 22–24 April.
Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi UI untuk memperluas kolaborasi lintas negara sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Dalam panel bertajuk Forging a New Asia-Oceania Higher Education Compact, Prof. Heri berdialog dengan para pemimpin universitas dunia untuk merumuskan model konektivitas baru antarperguruan tinggi di kawasan Asia dan Oseania. Fokus utama diskusi adalah bagaimana institusi pendidikan dapat menjembatani kesenjangan komunikasi, mobilitas, dan kolaborasi antarbangsa secara lebih efektif dan terstruktur.
UI memandang keterbukaan global bukan sekadar instrumen reputasi, melainkan strategi pembangunan. Melalui program joint degree dan double degree, UI menghadirkan akses pendidikan internasional bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki keterbatasan finansial untuk belajar di luar negeri. Skema ini memungkinkan mahasiswa merasakan standar akademik global dengan bimbingan dosen UI dan pengajar dari universitas terkemuka di Australia, Amerika, Eropa, hingga Asia.
“Pendekatan ini relevan dalam konteks geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan tingkat ketimpangan akses pendidikan yang masih tinggi. Bagi pelajar di wilayah 3T, kesempatan menempuh pendidikan di UI, terutama kelas internasional, menjadi instrumen mobilitas sosial yang signifikan. UI menempatkan pengalaman belajar berstandar global sebagai hak yang dapat diakses lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Prof. Heri.
Selain memperluas akses pendidikan bagi anak bangsa, UI juga memperkuat internasionalisasi dengan membuka peluang bagi mahasiswa asing. Peningkatan peringkat UI ke posisi 189 dalam QS World University Rankings mendorong lonjakan minat dari mahasiswa internasional, khususnya dari Asia Timur, Asia Selatan, dan negara-negara Teluk.
Kehadiran mahasiswa asing tidak hanya memperkaya ekosistem akademik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi kemandirian finansial universitas. Dengan menawarkan pendidikan bertaraf global, UI dapat mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah tanpa membebani mahasiswa Indonesia dengan biaya tinggi.
Gagasan UI mengenai internasionalisasi sebagai instrumen kontribusi nasional mendapat apresiasi dari tokoh pendidikan global seperti Mark Scott (Presiden University of Sydney) dan Sibrandes Poppema (Presiden Sunway University), yang menekankan bahwa peningkatan kolaborasi dan konektivitas antaruniversitas tidak hanya berdampak pada pengembangan pendidikan dan riset, tetapi juga pada penguatan peran universitas sebagai agen perubahan sosial dan pembangunan global.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
