
Polisi menetapkan 13 tersangka kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Kepala yayasan, kepala sekolah, dan pengasuh jadi tersangka. (Radar Jogja)
JawaPos.com – Penulis dan pemerhati sastra, Esha Tegar Putra, mengkritik maklumat Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama redaksi Tengara.id, terkait alasan tetap memuat tulisan dosen UGM yang juga tercatat sebagai penasihat Yayasan Little Aresha Yogyakarta, Cahyaningrum Dewojati. Ia menilai penjelasan tersebut bermasalah dan salah kaprah.
Daycare Little Aresha Jogja diketahui saat ini tengah mendapat berbagai kecaman lantaran diduga melakukan kekerasan terhadap anak-anak yang dititip di daycare tersebut.
Esha menegaskan, dirinya tidak terlibat langsung dalam struktur DKJ saat ini, meski pernah menjadi periset di Komisi Arsip dan Koleksi DKJ pada 2019 hingga 2022. Namun, ia mengaku cukup memahami cara kerja lembaga tersebut.
Baca Juga:Gagal Jadi Penggawan Die Roten, Andrej Kramaric Bantu Dekatkan Meisterschale Bayern Munchen
“Menurutku, ada poin dalam maklumat itu yang enggak bisa aku terima,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (3/5).
Ia mengungkapkan, kritik tersebut sudah disampaikan lebih dulu melalui surat tertutup kepada pihak terkait sebelum akhirnya dipublikasikan. Surat itu dikirim setelah mengetahui rencana penayangan esai pada 30 April 2026.
Esha mengaku terkejut ketika mengetahui tulisan tersebut tetap dimuat di tengah mencuatnya kasus daycare Little Aresha. Sebagai orang tua yang juga menitipkan anak di daycare, ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan isu tersebut.
“Aku sebagai pembaca Tengara, juga orang tua, menyimak betul kasus daycare ini. Jadi aku kaget, kok DKJ menurunkan tulisan itu,” katanya.
Menurutnya, DKJ sebenarnya memiliki waktu untuk mempertimbangkan ulang keputusan publikasi, mengingat kasus sudah lebih dulu mencuat sebelum tanggal tayang.
“DKJ punya waktu untuk berpikir ulang. Kejadian itu tanggal 24 (April 2026) sementara tulisan naik tanggal 30 (April 2026. Itu bisa dihindari supaya tidak menimbulkan polemik,” tegasnya.
Esha juga menyoroti alasan DKJ yang merujuk pada sikap netral institusi seperti UGM maupun penerbit jurnal yang tidak menarik karya penulis. Ia menilai logika tersebut keliru dan tidak sensitif terhadap situasi.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
