
Konferensi Kerja Nasional II PGRI dibuka pada Kamis (16/4) malam. (Istimewa)
JawaPos.com–Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) didesak untuk membuka kembali rekrutmen guru melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Desakan ini menyusul masih adanya permasalahan dalam rekrutmen guru jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya paruh waktu.
PPPK paruh waktu merupakan kontrak kerja untuk guru yang tidak lolos seleksi ASN PPPK karena keterbatasan kuota. Di lapangan, status ini dinilai hanya sekadar ganti nama untuk istilah honorer yang digunakan sebelumnya. Sebab, gaji guru yang berstatus PPPK paruh waktu masih jauh dari layak.
Oleh karena itu, Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendorong agar permasalahan dalam perekrutan PPPK paruh waktu ini dapat segera diselesaikan. Terutama, dalam pemberian gaji dan tunjangan.
Baca Juga: IPB Telusuri Dugaan Kekerasan Seksual di Chat Group Mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi dalam Konferensi Kerja Nasional II PGRI, yang dibuka pada Kamis (16/4) malam. Konkernas II PGRI ini dibuka Mendikdasmen Abdul Mu’ti, dan dihadiri Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto, serta ribun peserta guru.
Unifah juga meminta agar pemerintah secara bertahap menghentikan skema perekrutan guru melalui mekanisme PPPK sebagai kebijakan utama dalam pemenuhan kebutuhan guru nasional.
”PGRI mengusulkan agar skema perekrutan guru melalui mekanisme PPPK dihentikan dan kembali menjadikan jalur CPNS sebagai mekanisme utama pengangkatan guru,” ujar Unifah Rosyidi.
Dia menilai, keberadaan guru sebagai aparatur sipil negara (ASN) lebih memiliki kepastian karir dan perlindungan profesi. Hal ini menjadi penting dalam menjaga stabilitas dan kualitas pendidikan nasional.
Unifah menekankan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam pembangunan sumber daya manusia. Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk segera memperbaiki tata kelola guru dan tenaga kependidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Hal ini mencakup perencanaan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan yang lebih akurat, percepatan pemenuhan kekosongan guru di berbagai daerah, pemerataan distribusi guru, hingga peningkatan kesejahteraan guru yang adil dan layak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022