
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima audiensi Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph dan jajaran membahas penguatan sinergi penyaluran bansos di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (6/4). (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan strategi baru untuk mempercepat distribusi bantuan sosial (bansos) sekaligus memberdayakan masyarakat. Tidak hanya sekadar mengantar bantuan, PT Pos Indonesia kini dilirik untuk menjadi mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi penerima manfaat.
Kementerian Sosial (Kemensos) berencana memperluas kerja sama dengan PT Pos Indonesia. Selain menjadi garda terdepan dalam penyaluran bansos, perusahaan logistik plat merah ini akan dilibatkan dalam skema pemberdayaan ekonomi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melihat potensi besar pada jaringan luas yang dimiliki PT Pos. Dengan puluhan ribu titik layanan, kolaborasi ini diyakini mampu menyentuh masyarakat hingga ke pelosok terdalam.
Gus Ipul mendorong agar skema kolaborasi pemberdayaan ini segera dimatangkan. Menurutnya, keterlibatan PT Pos secara aktif dapat membantu menekan biaya operasional penyaluran bantuan di masa depan.
"Ke depannya jika kita bisa bersinergi terkait pemberdayaan pasti luar biasa sekali dengan kekuatan 25.000 (termasuk agen) titik pos beserta pendamping PKH," ujar Gus Ipul saat menerima audiensi Dirut PT Pos Indonesia di Jakarta, Senin (6/4).
Ia juga menambahkan pentingnya mencari cara agar efisiensi ini berdampak positif bagi negara. "Bagaimana caranya mengikutsertakan PT Pos dalam pemberdayaan sehingga biaya penyaluran lebih ringan," katanya.
PT Pos Jadi Solusi Cepat Saat Data Penerima Berubah
Tantangan utama penyaluran bansos saat ini adalah dinamika data yang sangat cepat. Mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), daftar penerima manfaat bisa berubah setiap tiga bulan.
Gus Ipul menjelaskan, PT Pos menjadi pilihan paling efektif untuk menyalurkan bantuan kepada penerima baru yang belum memiliki rekening bank (burekol). Hal ini dikarenakan proses administrasi di bank Himbara biasanya memakan waktu lebih dari tiga bulan.
"Sekarang setiap tiga bulan bisa berubah (data penerima bantuan), maka dari itu kalau belum punya rekening kita bukakan dulu (burekol) sehingga bisa salur, pilihan paling cepat yaitu melalui PT Pos. Makanya sinergi Kemensos dengan PT Pos itu begitu besar. Setiap tiga bulan itu akan ada penyaluran kepada penerima manfaat yang baru, lalu berikutnya baru pakai Himbara," terang Gus Ipul.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022