
Menteri Sosial sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat di Kementerian Sosial, Rabu (2/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Gus Ipul menilai tudingan tersebut tidak berdasar fakta dan mereduksi marwah NU ke dalam lingkup organisasi kemahasiswaan.
"Saya menyayangkan sekali ya. Cak Imin kenapa urusan NU direduksi jadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan menurut saya," ujar Gus Ipul di kantor Kemensos RI, Rabu (2/9).
Gus Ipul menegaskan, penilaian mengenai keberhasilan atau kegagalan kepemimpinan PBNU harus mengacu pada data yang objektif, bukan sekadar opini pribadi demi kepentingan politik sesaat.
Apalagi, kata Gus Ipul, seluruh laporan pertanggungjawaban kepengurusan telah diterima secara baik dan demokratis oleh seluruh konstituen.
"Kenapa juga harus menyatakan berulang-ulang kepemimpinan PBNU gagal? Padahal kita tahu muktamar kemarin ya, menerima semua laporan pertanggungjawaban dengan baik, muktamar juga bisa berjalan dengan baik, demokratis ya," katanya.
Ia menyayangkan sikap Cak Imin yang terus-menerus menghembuskan narasi kegagalan PBNU ke publik, padahal seluruh keputusan dan jalannya organisasi senantiasa diputuskan melalui mekanisme rapat resmi.
"Boleh saja menyatakan bahwa kurang berhasil dan seterusnya, tetapi hendaknya didasarkan pada fakta, didasarkan pada data yang ada. Mudah-mudahan ini bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat. Bisa jadi ini hanya kepentingan sesaat Cak Imin saja," tegasnya.
Duduk Perkara Pernyataan Kontroversial Cak Imin
Kontroversi ini bermula dari pidato Cak Imin saat menghadiri acara bedah buku di Jombang pada Jumat (28/8). Dalam forum tersebut, ia secara terbuka mengajak kader PMII dan warga Nahdliyin untuk melihat dinamika internal NU yang dinilainya sedang memprihatinkan.
"Tema terbesar hari ini adalah menyelamatkan NU dari keterpurukan 5 tahun terakhir ini. Ini yang juga tidak banyak muncul minggu-minggu ini ya," kata Cak Imin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022