
Tangkapan layar video kapal kargo Thailand terbakar setelah mendapat serangan di Selat Hormuz. (gCaptain).
JawaPos.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung melakukan diplomasi dengan pemerintah Iran terkait tertahannya kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz.
Menurutnya, situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah tidak cukup ditangani melalui jalur teknis kementerian. Ia menilai, komunikasi tingkat tinggi antar kepala negara diperlukan agar penyelesaian dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Saya kira persoalan kapal Pertamina memerlukan lobi langsung dari Presiden. Tidak cukup hanya melalui Menteri ESDM, Menteri Luar Negeri, atau pejabat di bawahnya,” kata Syafruddin kepada wartawan, Sabtu (28/3).
Diketahui, dua kapal tanker milik Pertamina tertahan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Situasi ini dipicu kebijakan penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Saat ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri serta KBRI Teheran masih melakukan diplomasi intensif guna memastikan keselamatan kapal dan seluruh awaknya.
Syafruddin mengapresiasi langkah yang telah dilakukan pemerintah, namun menilai upaya tersebut perlu ditingkatkan ke level strategis.
“Upaya Kemlu dan jajaran sudah tepat. Namun, ini menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara. Presiden perlu turun langsung agar memiliki daya tekan diplomatik yang lebih kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Karena itu, gangguan di wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga terhadap stabilitas energi global.
Ketua DPW PKB Kalimantan Timur itu juga menilai keterlibatan langsung Presiden akan memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai negara non-blok yang memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk Iran.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan multilateral di tengah situasi konflik yang masih berlangsung. Di sisi lain, peristiwa ini dinilai sebagai momentum untuk mempercepat strategi diversifikasi pasokan energi agar Indonesia tidak bergantung pada jalur rawan konflik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
