Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Juli 2026 | 16.28 WIB

Harga Minyak Dunia Melemah Pasca Pertemuan AS-Iran di Doha

Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera) - Image

Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Kamis (2/7) akibat pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran untuk perjanjian damai atas perang yang terjadi sejak Februari berjalan dengan lancar.

Berdasarkan Investing, harga minyak mentah dunia WTI tercatat turun sebesar 1,01 persen ke level 67,89 dollar per barel, sedangkan harga minyak pada kontrak berjangka Brent turun sebesar 0,28 persen ke level 70,99 dollar per barel.

Dilansir dari laman Reuters Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu menyatakan bahwa pertemuan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Doha, Qatar, berjalan dengan lancar dan menghasilkan kemajuan positif dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa pembahasan yang dilakukan kedua belah pihak berlangsung secara konstruktif.

Pertemuan tersebut berfokus pada aspek teknis, khususnya mengenai kelancaran arus lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia yang selama ini menjadi perhatian internasional akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

Saat ini lalu lintas kapal tanker yang melewati Selat Hormuz kembali pulih. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut minyak yang melewati selat tersebut telah kembali ke level sebelum perang terjadi.

Sebelumnya, raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, kembali memuat minyak mentah di terminal Ras Tanura pada Jumat setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya produsen Timur Tengah mempercepat ekspor minyak dan gas setelah meningkatkan produksi menjelang tercapainya kesepakatan sementara.

"Meski kesepakatan AS-Iran menjadi titik balik bagi pasar minyak, arus pasokan fisik masih terhambat akibat antrean kapal tanker, kerusakan infrastruktur, dan penghentian produksi," kata analis ANZ.

Menurut mereka, dibutuhkan waktu hingga akhir tahun sebelum pasokan kembali mendekati tingkat sebelum konflik.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore