
Netizen bernama Jamilah Sholih yang mengaku sebagai pendukung Anies Baswedan menyatakan mendukung MBG. (TikTok @jamilahsholih)
JawaPos.com - Warganet bernama Jamilah Sholih mengaku mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda dengan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengaku pada Pilpres 2024 memilih Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Dalam unggahannya di akun TikTok @jamilahsholih, dia menceritakan mendapat banyak hujatan karena mendukung MBG. Hujatan ini datang karena Sholih dianggap Anak Abah, sebutan bagi pendukung Anies.
“Hai guys, ternyata TikTok-ku rame banget dengan serangan buzzer tentang MBG. Banyak yang ngolok-ngolokin aku,” kata Sholih dikutip, Jumat (20/3).
Unggahan video Sholih sudah ditonton setidaknya oleh 73 ribu warganet. Sholih menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah menolak MBG, dia hanya sempat pesimis program tersebut bisa dijalankan dengan mudah.
Meski begitu, perlahan pemerintah berhasil memulai program unggulan tersebut. Sampai saat ini setidaknya MBG sudah bisa menjangkau hingga 60 juta penerima manfaat.
“Tapi ternyata sekarang berjalan dan malah aku ikutan,” ucapnya.
Sholih membenarkan saat ini dirinya ikut mengelola dapur MBG. Langkah ini ia tempuh karena memiliki latar belakang bisnis kuliner.
“Oke lah, mungkin aku anak abah. Dan dulu jelas nggak milih Pak Prabowo. Tapi, apa salah kalau aku ikut menyukseskan programnya Pak Prabowo? Toh ini kan negara kita semua, iya kan?” jelasnya.
Sholih mengakui bahwa program MBG memiliki manfaat membuka lapangan kerja. Sebab, satu dapur MBG bisa mempekerjakan sekitar 50 orang.
“Yang diserap MBG itu rata-rata mereka awalnya jobless, nggak punya penghasilan. Sehingga mereka masuk di dapur MBG dapet penghasilan, ini bagus. Program ini bagus,” imbuhnya.
Selain itu, MBG dianggap bisa menggerekan ekonomi. Sebagai pengusaha kuliner, Sholih merasakan langsung dampak peningkatan ekonomi dari program MBG.
“Tahu nggak sih, periodenya Pak Jokowi ekonomi bener-bener melempem. Sayur-mayur melimpah di pasar nggak ada yang beli. Dan itu banyak yang dibuang-buang,” kata dia.
