
Ilustrasi sdang isbat. (Dery Ridwasah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri pada Kamis malam ini (19/3). Agenda tersebut akan berlangsung di Auditorium H. M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta Pusat (Jakpus).
Sidang Isbat akan dimulai dengan Seminar Posisi Hilal sore ini. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Sidang Isbat yang digelar secara tertutup dan dilanjutkan Konferensi Pers pada pukul 19.30 WIB. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dijadwalkan memimpin langsung pelaksanaan Sidang Isbat.
Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag Abu Rokhmad, pelaksanaan Sidang Isbat mengikuti seluruh prosedur yang berlaku. Yakni aspek substansi dan teknis. Termasuk pengumpulan data dari berbagai lokasi pengamatan hilal di Indonesia.
”Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” kata dia dikutip pada Kamis (19/3).
Untuk itu, Sidang Isbat melibatkan berbagai unsur dan ahli dari beragam disiplin ilmu. Termasuk diantaranya pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.
”Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” kaya dia.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa kesiapan teknis sudah dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatul hilal di berbagai titik di Indonesia. Dia memastikan semua akan berjalan sesuai rencana.
”Kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” terang dia.
Untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah, beberapa syarat harus terpenuhi. Diantaranya ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk ketika matahari terbenam. Kemudian elongasi jarak antara sudut bulan dan matahari minimal 6,4 derajat. Meski Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat (20/3), pemerintah akan menetapkan 1 Syawal setelah Sidang Isbat rampung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022