Momentum Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi ruang refleksi bagi banyak perempuan, termasuk pekerja migran Indonesia. (Dok. IST)
JawaPos.com – Momentum Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi ruang refleksi bagi banyak perempuan, termasuk pekerja migran Indonesia. Melalui pendidikan keuangan, pembelajaran sebaya, serta dukungan komunitas, sejumlah pekerja migran kini melangkah lebih percaya diri dalam merencanakan masa depan.
Organisasi pemberdayaan perempuan Aidha menghadirkan kisah tiga pekerja migran Indonesia yang terpilih melalui proses community vetting di platform Campaign for Good. Kampanye tersebut menekankan pentingnya pendidikan finansial, pembelajaran sebaya (peer learning), serta dukungan komunitas sebagai fondasi membangun kemandirian perempuan.
Melalui pelatihan terstruktur, kegiatan storytelling, dan partisipasi komunitas, program ini membuka ruang aman bagi para perempuan untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka. Di saat yang sama, mereka juga mengasah keterampilan baru dan saling memberi dukungan menghadapi tantangan serupa.
Baca Juga:Radja Nainggolan Tolak Juventus! Dinilai Punya Banyak Kontroversi, Sakit Hati Karena Penalti
Diluncurkan pada Desember 2025, kampanye #BersamaBerdaya menghadirkan tiga pekerja migran Indonesia sebagai Duta Berdaya, yakni mentor sebaya yang berbagi pengalaman kepada komunitas.
Para Duta Berdaya menerima dukungan hibah, pelatihan storytelling serta komunikasi digital, dan kesempatan membagikan pengalaman melalui platform yang dikurasi komunitas.
Program tersebut dirancang untuk mendorong perempuan mengembangkan potensi, menumbuhkan kepemimpinan praktis, serta saling menyemangati dalam menghadapi tantangan hidup.
Salah satu Duta Berdaya, Fitria Hendrawati, harus mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga ketika ayahnya jatuh sakit. Ia menanggung kebutuhan anak, orang tua, hingga keluarga besar.
Dengan pengalaman kerja dan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas, Fitria memutuskan bekerja di luar negeri. Keputusan tersebut diambil demi membangun kembali stabilitas ekonomi keluarga.
Melalui program pelatihan Aidha, ia perlahan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, memperkuat kepemimpinan, serta belajar membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.
“Tidak ada hasil yang instan, semuanya membutuhkan waktu dan proses,” ujarnya.
Kisah lain datang dari Siti Mujiati, seorang ibu tunggal dengan dua anak. Setelah meninggalkan pekerjaan pabrik yang tak lagi mencukupi kebutuhan hidup, ia memutuskan bekerja di luar negeri.
Berpisah dengan anak-anak menjadi tantangan terberat. Namun Siti menjadikan pengalaman tersebut sebagai proses belajar yang membentuk dirinya lebih sabar, empatik, dan disiplin.
“Dengan keberanian dan pendidikan, saya bisa bangkit dan mengubah bukan hanya hidup saya, tetapi juga masa depan anak-anak saya,” kata Siti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022