Legenda Inter Milan Jurgen Klinsmann. (ig @j_klinmann)
JawaPos.com-Inter Milan berada dalam posisi yang tidak nyaman jelang leg kedua babak playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt. Kekalahan 3-1 di leg pertama membuat Nerazzurri wajib menang dengan selisih minimal dua gol di San Siro jika ingin lolos babak selanjutnya.
Melansir Football Italia, situasi seperti ini ternyata tidak asing bagi Jurgen Klinsmann. Sang legenda Inter pernah mengalami malam Eropa yang hampir serupa dan berhasil membalikkan keadaan.
Pada 1990, Inter kalah 2-0 dari Aston Villa di leg pertama Piala UEFA. Inter Milan membalas dengan kemenangan 3-0 di San Siro.
”Ini adalah salah satu pertandingan yang tidak akan pernah saya lupakan, kebangkitan terbesar dalam karir saya,” kata Klinsmann.
”Setelah etape pertama, tidak ada yang menyangka kami tidak akan berhasil, bahkan kami semua yakin. Anda selalu harus memulai dari sana, dari optimisme yang meyakinkan Anda untuk melakukan hal-hal besar,” imbuh dia
Klinsmann juga menekankan betapa pentingnya dukungan publik Giuseppe Meazza malam itu.
”Selebihnya, pujian patut diberikan kepada para pendukung di stadion, karena suasananya sungguh luar biasa. Itu adalah salah satu pertandingan paling energik yang pernah saya ikuti. Saya masih ingat para pendukung mengibarkan semua bendera itu,” tutur Jurgen Klinsmann.
Menurut Klinsmann, pelajaran terbesar dari comeback tersebut adalah soal kesabaran. Tidak perlu terburu-buru mencetak semua gol dalam 15 menit pertama.
”Ini mengajarkanmu bahwa kamu harus sabar dan tidak harus langsung mencetak semua gol. Saya mencetak satu gol di awal, tetapi kami harus menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk gol kedua Berti. Kemudian, tak lama kemudian datang gol luar biasa dari Alessandro Bianchi. Sorak sorai penonton sungguh luar biasa,” papar Jurgen Klinsmann.
Dia memperingatkan bahwa kesalahan terbesar Inter adalah menganggap lawan sebagai tim kecil.
”Kesalahan terbesar adalah memperlakukan mereka sebagai pemula. Mereka tidak akan gentar karena mereka adalah tim yang hebat dengan hasil bagus di Eropa. Mereka tidak hanya kuat di kandang, mereka juga memiliki kualitas untuk menyulitkan Inter di Milan,” terang Klinsmann.
”Mereka harus banyak menyerang, tetapi tanpa mengekspos diri mereka sendiri karena mereka tahu bagaimana menghukummu sejak kesempatan pertama,” lanjut dia.
Inter dipastikan tampil tanpa Lautaro Martinez yang cedera. Namun Klinsmann optimistis pada sosok muda yang diperkirakan akan menggantikan peran sang kapten: Pio Esposito.
”Pio telah membuktikan dirinya, terlepas dari peran apa pun yang akan dia miliki hingga akhir musim, apakah itu sebagai pemain pengganti atau pemain inti. Pemain ini telah menunjukkan dengan jelas kemampuan yang dimilikinya,” kata Klinsmann.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022