Menko Polkam Djamari Chaniago berbincang dengan KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono usai serah terima hibah kontainer pendingin portabel di Jakarta. (TNI AU)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pembangunan hunian tetap di wilayah Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, berjalan lancar. Setelah berbulan-bulan terdampak bencana, warga yang menjadi korban bakal memiliki rumah baru.
Kemenko Polkam membangun hunian tetap di desa tersebut di atas lahan yang sebelumnya dipenuhi puing dan lumpur. Masing-masing rumah berukuran 6x6 meter. Total ada 39 rumah yang sudah selesai dikerjakan, berikut dengan instalasi listriknya.
Puluhan rumah itu berdiri kokoh dan tertata dalam satu kluster. Di lokasi yang sama, Kemenko Polkam menarget pembangunan 104 unit rumah. Menurut Menko Djamari, dia datang langsung ke Aceh Utara untuk memastikan pembangunan hunian tetap tersebut berjalan sesuai dengan rencana.
”Alhamdulillah, saya memantau langsung proses pembangunan huntap ini berjalan lancar, mulai dari bongkar material di Pelabuhan Belawan hingga tiba di Kuala Cangkoy dan dikerjakan dengan aman. Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan akhir Maret 2026,” kata dia dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat (20/2).
Djamari berharap masyarakat dapat segera menempati rumah tersebut, mengingat sudah memasuki bulan suci Ramadhan dan akan menyambut Idul Fitri. Dia menyebut, pembangunan hunian tetap itu sebagai bentuk kontribusi Kemenko Polkam yang bekerja sama dengan bupati Aceh Utara serta pihak-pihak terkait lainnya.
”Semoga segera bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir yang lalu, memberi harapan dan segera bangkit menatap masa depan,” ucap dia.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri Ali Imran menjelaskan, instansinya bersama Polresta Aceh Utara mendukung penuh program tersebut. Dia memastikan seluruh proses, mulai distribusi material hingga penyelesaian pembangunan, berjalan aman dan lancar. Itu menjadi bagian dari komitmen pihak korem untuk membantu masyarakat bangkit pasca bencana.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan. Dia menyediakan lahan dan memastikan legalitasnya, mengoordinasikan pemasangan listrik, serta menjamin ketersediaan air bersih di lokasi pembangunan hunian tetap.
”Bagi kami, hunian tetap ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol hadirnya negara dan pemerintah daerah dalam mengembalikan rasa aman, martabat, dan harapan masyarakat. Kami akan terus mengawal proses ini hingga masyarakat benar-benar dapat menempati hunian yang layak dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Selain 104 unit hunian tetap, di kawasan tersebut juga dibangun satu balai desa dan satu masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan ibadah masyarakat. Program tersebut merupakan kolaborasi Kemenko Polkam bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang didukung unsur TNI AD, Polri, dan instansi terkait lain, termasuk masyarakat setempat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
