
Kepala BGN Dadan Hindayana dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Senin (9/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan strategi khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Tidak lagi sekadar menu biasa, BGN akan fokus pada makanan yang lebih tahan lama dan praktis untuk dibawa pulang oleh para penerima manfaat.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, pemilihan menu ini bertujuan agar kualitas gizi tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba.
Menyesuaikan dengan kondisi ibadah puasa, BGN telah menetapkan daftar panganan yang dinilai lebih awet dan sesuai dengan tradisi lokal. Pilihan jatuh pada jenis makanan yang tidak mudah basi namun tetap kaya nutrisi.
"Nah, kemudian terkait dengan menu yang untuk dibawa pulang, itu kita sudah tetapkan lebih banyak terkait dengan contohnya kurma, Kemudian telur rebus atau telur asin, telur pindang. Kemudian ada abon, buah, susu, dan panganan-panganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan yang tahan lama," ujar Dadan di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2).
Selain fokus pada jenis makanan, Ramadan kali ini menjadi momentum besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BGN berkomitmen untuk memprioritaskan keterlibatan pengusaha lokal dalam penyediaan menu harian.
Dadan menegaskan bahwa pihaknya ingin meminimalisir ketergantungan pada produk industri besar demi menggerakkan ekonomi rakyat.
"Dan kita hindarkan semaksimal produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari. Jadi kita ingin mendorong agar UMKM terlibat banyak di dalam proses penyediaan menu di saat Ramadan ini," tambahnya.
Terkait teknis penyaluran, BGN terus memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG). Meski jumlah SPPG meningkat tajam, angka pelanggaran atau kejadian yang tidak diinginkan diklaim menurun drastis sepanjang Januari 2026.
Dadan mencatat terjadi 50 kejadian selama Januari, jumlah yang jauh lebih kecil dibanding periode September atau Oktober tahun lalu. Untuk menjaga standar kualitas, BGN akan menerapkan sistem sertifikasi dan akreditasi pada setiap satuan pelayanan.
"Dan kita akan lakukan sertifikasi, akreditasi, sehingga nanti SPPG akan memiliki kualitas yang sama dan kejadiannya akan kita minimalisir," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022