
SBY Bangga, Ramalan Ekonomi Indonesia 15 Tahun Lalu Jadi Kenyataan: Kita Sekarang Member G20 dan BRICS. (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan bahwa peluang dunia untuk mencegah terjadinya perang global berskala besar semakin menyempit seiring meningkatnya eskalasi geopolitik internasional.
Dalam catatan panjang di akun X pribadinya, SBY menyebut, tanda-tanda yang mengarah pada konflik besar kini muncul hampir setiap hari dan tidak lagi bisa diabaikan.
SBY menyampaikan kekhawatirannya setelah selama beberapa tahun terakhir mengikuti secara cermat perkembangan dinamika global, terutama dalam beberapa bulan terakhir yang dinilainya semakin mengkhawatirkan.
Sebagai tokoh yang lama bergelut dengan isu geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, ia menilai dunia tengah bergerak menuju fase yang sangat berbahaya.
“Day by day, ruang dan waktu untuk mencegah terjadinya perang dunia menjadi semakin sempit,” ujar SBY. Ia menambahkan bahwa situasi global saat ini memiliki banyak kesamaan dengan kondisi dunia menjelang Perang Dunia Pertama (1914–1918) dan Perang Dunia Kedua (1939–1945).
Menurut SBY, kemiripan tersebut terlihat dari munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang cenderung agresif, terbentuknya blok-blok persekutuan negara yang saling berhadap-hadapan, serta perlombaan pembangunan kekuatan militer secara besar-besaran.
Tak hanya itu, persiapan ekonomi dan industri pertahanan juga semakin menguat, memperbesar risiko konflik terbuka antarnegara.
SBY menilai, sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa perang besar jarang terjadi secara tiba-tiba. Sebaliknya, konflik global biasanya diawali oleh rangkaian ketegangan yang terus dibiarkan tanpa upaya pencegahan serius.
Ia mengingatkan bahwa dunia pernah gagal membaca tanda-tanda tersebut pada awal abad ke-20, dengan konsekuensi kehancuran yang luar biasa. Ancaman perang dunia di era modern, menurut SBY, juga memiliki dampak yang jauh lebih destruktif dibanding masa lalu.
Ia juga mengutip berbagai kajian yang memperkirakan bahwa jika konflik global disertai penggunaan senjata nuklir, korban jiwa dapat mencapai lebih dari 5 miliar manusia, disertai kehancuran peradaban dan hilangnya harapan umat manusia.
Meski menyampaikan peringatan keras, SBY menegaskan bahwa dunia belum sepenuhnya kehilangan kesempatan. Namun, ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa lagi ditunda.
Menurutnya, doa dan harapan moral harus dibarengi dengan langkah nyata dari para pemimpin dunia dan institusi internasional.
SBY mengingatkan bahwa sikap diam dan pembiaran justru akan mempercepat terjadinya bencana global.
Sebagai langkah konkret, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil inisiatif, termasuk menggelar Sidang Umum Darurat PBB (Emergency UN General Assembly).
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pemimpin dunia untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam mencegah krisis global berskala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia baru.
Ia mengakui bahwa PBB saat ini kerap dinilai tidak berdaya dalam menghadapi konflik global. Namun, SBY menegaskan bahwa diam dan tidak bertindak akan menjadi kesalahan historis yang sulit dimaafkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022