
Pemerintah resmi menghadirkan 166 Sekolah Rakyat di berbagai penjuru Indonesia. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Anak-anak yang berasal dari keluarga rentan kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses pendidikan yang layak dan berkualitas. Pemerintah resmi menghadirkan 166 Sekolah Rakyat di berbagai penjuru Indonesia sebagai langkah konkret untuk memastikan hak belajar setiap anak tidak terhambat oleh kondisi ekonomi maupun keterbatasan wilayah.
Peresmian Sekolah Rakyat tersebut dilakukan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan titik pusat kegiatan berlangsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/01). Dalam acara tersebut, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital, (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital menjadi penegasan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga pada penguatan infrastruktur digital. Pemerintah memastikan konektivitas internet tersedia agar proses pembelajaran dapat berjalan setara di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam realisasi program tersebut. Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai sebuah terobosan besar sekaligus langkah berani untuk menghadirkan keadilan sosial melalui sektor pendidikan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja mewujudkan langkah terobosan ini. Saya terharu melihat dampaknya bagi anak anak kita,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan pemerataan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat membuka peluang baru bagi anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan formal.
“Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka harapan baru bagi anak anak dari keluarga yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan,” harap Presiden.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa Sekolah Rakyat saat ini telah beroperasi di 166 lokasi yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten dan kota. Program tersebut menampung hampir 16 ribu siswa dan didukung ribuan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kemkomdigi atas kesiapan jaringan dan infrastruktur digital yang mendukung kegiatan belajar,” tuturnya.
Di sisi lain, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital dalam mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan akses internet, penguatan jaringan sekolah, serta pengembangan literasi dan keterampilan digital bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar di seluruh wilayah,” tegasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
