
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diperuntukan untuk seleksi alih fungsi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik. Pasalnya, dalam pernyataan di soal tes itu ada beberapa yang menyudutkan kaum perempuan. Misalnya pertanyaan bersedia atau tidak melepaskan jilbab.
Merespons hal itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan ke depannya perlu adanya pelibatan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam tes tersebut.
"Mekanisme tes wawasan kebangsaan yang jadi perdebatan harus dipastikan disusun dengan lebih baik. KSP dalam hal ini merekomendasikan untuk juga melibatkan NU dan Muhammadiyah yang telah teruji mampu merajut simbol kebangsaan dan kebhinekaan Indonesia," ujar Moeloko kepada wartawan, Rabu (26/5).
Mantan Panglima TNI ini mengatakan, sedari awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan lembaga antirasuah tersebut menjadi kuat. Sehingga adanya peralihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).
"Dari awal presiden ingin agar KPK memiliki sumber daya manusia yang terbaik dan berkomitmen tinggi dalam memberantasa korupsi. Karenanya pengalihan status pegawai menjadi ASN membuat pemberantasan korupsi harus jadi lebih sistematis," katanya.
Baca Juga: Ada Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan
Moeldoko juga menambahkan, TWK tersebut bukan hanya berlaku pada pegawai KPK saja. Melainkan pegawai-pegawai di semua lembaga di BUMN juga menjalani tes serupa.
"Jadi tidak hanya ranah KPK saja tetapi seluruh mereka berproses atas alih status menjadi ASN di semua lembaga dan termasuk di kalangan BUMN," ungkapnya.
Adapun deretan pertanyaan kontroversi dalam TWK pegawai perempuan adalah, bersediakah melepas jilbab, bersedia atau tidak menjadi istri kedua, hingga pada saat pacaran pernah melakukan apa saja.
Seperti diketahui, pegawai KPK telah menjalani tes wawasan kebangsaan sebagai syarat untuk beralih ASN dari Badan Kepegawaian Negara atau BKN.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
