Waspada berbagai modus penipuan online. (Deccan Chronicle)
JawaPos.com - Momen pergantian tahun kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja, memesan tiket perjalanan, hingga berbagi kebahagiaan lewat berbagai platform digital. Namun di balik euforia Tahun Baru dan Natal, risiko penipuan digital justru meningkat.
Pelaku kejahatan siber memanfaatkan lengahnya pengguna, lonjakan transaksi online, serta maraknya promo akhir tahun untuk melancarkan aksinya. Agar tetap aman dan nyaman menyambut Tahun Baru, berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan untuk menghindari penipuan digital!
1. Waspadai Promo dan Hadiah yang Terlalu Menggiurkan
Penipuan digital sering diawali dengan penawaran diskon besar, hadiah undian, atau cashback yang tidak masuk akal. Modus ini biasanya dikirim melalui pesan singkat, email, atau media sosial dengan iming-iming waktu terbatas. Sebelum tergiur, pastikan promo berasal dari akun resmi dan cek kebenarannya melalui situs atau aplikasi resmi penyedia layanan.
2. Jangan Sembarangan Mengklik Tautan
Tautan mencurigakan masih menjadi cara favorit pelaku penipuan untuk mencuri data pribadi. Link palsu biasanya menyerupai tampilan situs perbankan, e-commerce, atau layanan pengiriman. Hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, terutama yang meminta Anda login atau mengisi data sensitif. Lebih aman mengakses layanan digital langsung melalui aplikasi atau alamat website resmi.
3. Lindungi Data Pribadi dan Informasi Rahasia
Data pribadi seperti nomor KTP, OTP, PIN, dan password bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. Pelaku penipuan kerap menyamar sebagai petugas bank atau customer service untuk meminta data tersebut. Perlu diingat, institusi resmi tidak pernah meminta informasi sensitif melalui chat atau telepon.
4. Gunakan Kata Sandi Kuat dan Berbeda
Menggunakan satu kata sandi untuk banyak akun meningkatkan risiko pembobolan. Buat password yang kuat dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, serta gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun penting. Aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) agar keamanan akun semakin berlapis.
5. Hindari Wi-Fi Publik untuk Transaksi Digital
Wi-Fi publik di tempat umum seperti kafe, bandara, atau pusat perbelanjaan rentan terhadap penyadapan. Sebaiknya hindari melakukan transaksi keuangan, login ke akun penting, atau memasukkan data pribadi saat terhubung ke jaringan publik. Gunakan jaringan pribadi atau paket data seluler yang lebih aman.
6. Periksa Aktivitas dan Notifikasi Akun Secara Berkala
Memantau aktivitas akun membantu mendeteksi lebih dini jika terjadi aktivitas mencurigakan. Aktifkan notifikasi transaksi dan segera laporkan ke penyedia layanan jika menemukan transaksi yang tidak dikenali. Semakin cepat ditangani, semakin kecil potensi kerugian yang timbul.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
