Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bencana banjir bandang hingga tanah longsor membawa dampak yang begitu besar bagi masyarakat Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Rumah porak poranda, jalan terputus, hingga menimbulkan korban meninggal yang jumlahnya mencapai ribuan.
Bahkan, hal ini juga berdampak pada anak-anak di daerah bencana. Dikabarkan, banyak dari mereka yang berada di pengungsian terserang berbagai penyakit.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan tiga penyakit utama yang menyerang anak-anak, diantaranya infeksi saluran pernafasan akut atau ispa, penyakit kulit, dan diare.
“Sudah disampaikan juga oleh teman-teman di lapangan, bagaimana penyakit ispa infeksi saluran pernafasan akut, kemudian penyakit kulit, diare, itu menjadi tiga penyakit besar yang memang dimana-mana di daerah pengungsian ini penyakitnya seperti ini,” kata dr. Piprim saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (22/12).
Dia menjelaskan, di lapangan juga terdapat berbagai laporan kasus-kasus penyakit kronik yang menyerang anak-anak dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit segera. Alhasil, kolaborasi semua pihak sangat amat diperlukan. Diakuinya, hingga kini semua pihak telah terlibat.
“Tadi dokter dari Sumatera Utara juga menyampaikan bagaimana peran TNI membuat mereka bisa sampai ke daerah-daerah yang tidak tersentuh dengan bantuan helikopter dan sebagainya,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal ini, para anggota IDAI di daerah terdampak bencana juga telah dibekali sarana tindakan medis saat menangani kasus-kasus kronik tersebut.
“Di IDAI teman-teman kita juga dibekali bagaimana misalkan sarana untuk resusitasi pada kegawatan, dan juga yang lebih penting lagi bagaimana memikirkan pola rujukan ke layanan kesehatan yang lebih tinggi,” tukas dia.
Sebagai informasi, terhitung pada 20 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat banjir di Sumatera mencapai 1.090 jiwa.
Jumlah korban meninggal dunia terbanyak berasal dari Aceh dengan total 472 orang. Selanjutnya Sumatera Utara (Sumut) dengan korban jiwa mencapai 370 orang dan Sumatera Barat (Sumbar) yang menyentuh angka 248 orang.
Hingga kini, 186 orang dilaporkan masih hilang yang terdiri dari 32 orang di Aceh, 72 orang di Sumatera Utara, dan 82 orang di Sumatera Barat.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
