
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (kanan) di damping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (kiri) berbincang disela penyampaian keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Met
JawaPos.com - Sebanyak 86 jurnalis mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Polri (FWP) bersama Polda Metro Jaya dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya. UKW tersebut berlangsung selama 2 hari. Mulai hari ini (15/12) sampai besok (16/12). Melalui UKW tersebut, FWP berusaha meningkatkan kompetensi dan profesionalisme jurnalis.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (Jaksel) tersebut dibuka secara langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Selain meningkatkan kompetensi dan profesionalisme jurnalis, kegiatan tersebut juga sejalan dengan tajuk Jurnalis Kompeten dan Profesional untuk Jaga Jakarta dari Informasi Palsu.
”Dalam hal antisipasi ke depan, bagaimana kita menangkal berita-berita yang semakin cepat, banyak disintegrasinya, banyak berita hoaks-nya, sehingga kita perlu penyamaan persepsi dan juga kerja sama yang baik antara insan pers dengan jajaran kepolisian,” ungkap Asep dalam sambutanya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah pernah menyampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi antara jurnalis dengan Polri harus terjalin dengan baik. Khususnya dalam memerangi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang merugikan masyarakat secara luas.
”Kita sedang menghadapi era dimana penggunaan teknologi, masyarakat bisa menjadi pembuat berita yang isinya perlu diverifikasi,” kata Sigit pada 30 November 2025 lalu.
Menurut orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut, kehadiran insan pers di ruang publik sangat penting. Menurut dia jurnalis bisa memberikan informasi yang terpercaya dalam menyampaikan kebenaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
”Kita memasuki era post truth belum tentu isinya benar tapi dianggap kebenaran. Pers bisa memberikan masukan agar masyarakat dapat informasi yang benar,” jelasnya.
Selain Irjen Asep, turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, pejabat utama dan seluruh kapolres di jajaran Polda Metro Jaya, Ketua FWP Achmad Faruk, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, dan Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya menjadi pelopor pelaksanaan UKW di level polda. Karena itu, Akhmad Munir mengapresiasi Polda Metro Jaya yang telah memfasilitasi kegiatan UKW. Khususnya untuk jurnalis yang sehari-hari bertugas meliput berbagai isu dan kegiatan di Polda Metro Jaya.
Menurut dia, kegiatan tersebut sangat penting untuk memastikan integritas, profesionalisme, dan etika jurnalis. Setelah UKW, dia berharap para jurnalis menghasilkan karya-karya yang berkualitas, akurat, serta dapat mencerahkan, mengedukasi, dan memberdayakan masyarakat, khususnya warga Jakarta.
”Uji kompetensi ini menjadi bagian yang sangat penting bagi wartawan untuk selalu menjaga integritas. meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat komunitas pers untuk menjaga marwah dan martabat pers Indonesia,” jelasnya.
