
Suasana pendistribusian bantuan di Desa Kuala II, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Selasa (2/12). Panglima TNI dan KSAD jelaskan soal bantuan yang dilempar dari udara. (BNPB)
JawaPos.com - Distribusi bantuan korban bencana menggunakan helikopter sempat viral di media sosial. Sebab, logistik yang dilempar tercerai-berai dan rusak saat mendarat di tanah.
Atas viralnya video itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara.
Menurut panglima TNI, sejak awal pihaknya menekankan agar operasi kemanusiaan yang berlangsung di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) harus tetap mengedepankan faktor keamanan.
Baik keamanan personel, alat utama sistem persenjataan (alutsista) maupun warga terdampak bencana. Karena itu, dipilih beberapa cara penyaluran bantuan.
”Jadi, kemarin dalam pemberian bantuan memang saya tekankan kepada prajurit TNI untuk tetap menjaga keamanan personel dan Alutsista, yaitu pesawat yang digunakan. Karena di Padang, ada personel TNI 3 personel, 2 dari POM dan 1 babinsa itu gugur. Saat membantu penanganan bencana, terbawa arus,” terang dia.
Karena itu, pihaknya ingin personel yang bergerak di lapangan mengedepankan faktor keamanan. Apalagi setelah 3 orang prajurit tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Sehingga, dia mengingatkan kembali bahwa operasi kemanusiaan tersebut harus dilaksanakan dengan pendekatan kemanusiaan.
”Saya tekankan bahwa dalam penanganan perbantuan agar tetap menjaga keamanan personel dan Alutsista yang digunakan,” imbuhnya.
Berkaitan dengan video yang viral di media sosial, Agus menjelaskan bahwa saat itu lokasi distribusi bantuan dekat dengan jaringan kabel listrik. Sehingga helikopter tidak bisa mendarat dan pilot memutuskan agar bantuan dilempar dari atas helikopter.
”Kemarin heli mau mendarat di situ ada kabel, sehingga diputuskan oleh pilot barang itu tetap di di-drop, walaupun mungkin ada beberapa beras yang tercecer, tetapi daripada dibawa lagi ke pangkalan udara, lebih baik di-drop dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa tidak semua lahan dapat menjadi tempat mendarat helikopter.
Sehingga ada beberapa teknik yang harus digunakan dalam penyaluran bantuan. Meski demikian, pihaknya tidak segan melakukan evaluasi bila cara itu dinilai kurang tepat.
”Jadi, heli itu tidak bisa mendarat di manapun, jadi harus landasannya harus siap. Karena kondisi bantuan harus diberikan, kami coba untuk dilempar. Setelah ada yang pecah kami evaluasi lagi, sekarang kami berupaya sampai sekarang tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
