
PT Toba Pulp Lestari (TPL) (Dok. Instagram @tobapulplestari)
JawaPos.com - Nama PT Toba Pulp Lestari (TPL) kembali menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut dituding sebagai biangkerok berbagai bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara belum lama ini.
Bukan tanpa alasan, tuntutan ini muncul seiring maraknya banjir, longsor, hingga kerusakan ekosistem yang disebut-sebut terkait dengan aktivitas industri kehutanan di wilayah operasional PT Toba Pulp Lestari.
Namun di tengah derasnya kritik masyarakat, muncul pula berbagai fakta dan penjelasan mengenai operasional TPL serta sosok pemilik perusahaan yang selama ini jarang tersorot.
Mengetahui informasi yang akurat tentu akan menjadi penting agar masyarakat dapat memahami apakah perusahaan tersebut benar-benar berperan dalam memicu bencana, atau justru ada faktor lain yang perlu diberitahukan.
Dirangkum Jawa Pos dari laman resmi Toba Pulp Lestari, berikut fakta-fakta kunci, profil kepemilikan, serta konteks tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.
Seperti diketahui, dari narasi yang tengah beredar, PT Toba Pulp Lestari belakangan menjadi perhatian karena terseret-seret dalam bencana alam yang melanda Sumatera Utara (Sumut).
Aktivitas dan operasional perusahaan yang bergerak di bidang bubur kayu atau pulp disebut-sebut ikut memicu terjadinya banjir bandang dan longsor yang menelan ratusan korban jiwa.
Lalu siapa pemilik perusahaan tersebut dan apakah benar keterkaitannya dengan sosok pejabat publik Luhut Binsar Pandjaitan selaku menteri koordinator bidang maritim dan investasi di era Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo?
Untuk diketahui, PT Toba Pulp Lestari dikenal sebelumnya sebagai PT Inti Indorayon Utama (INRU), perusahaan bubur kertas yang didirikan Sukanto Tanoto pada tahun 1983.
Meski demikian, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Sukanto Tanoto tidak lagi menjadi pemilik perusahaan.
Berdasar data terbuka yang dapat diakses oleh publik, Toba Pulp Lestari merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya kini dipegang oleh perusahaan asal Hong Kong, Allied Hill Limited.
Saat ini, pemegang saham mayoritas TPL adalah Allied Hill Limited (AHL), perusahaan berbasis di Hong Kong yang memiliki 92,54 persen saham.
Sisanya dimiliki masyarakat sebesar 2,14 persen dan 5,32 persen. AHL diketahui dimiliki oleh pengusaha Singapura, Joseph Oetomo.
Dengan struktur ini, perusahaan tidak terkait dengan Luhut Binsar Pandjaitan, seperti yang sering beredar di ruang publik.
Kendati demikian, Toba Pulp Lestari dan PT Toba Sejahtera merupakan 2 entitas berbeda. Dari laman resmi Toba Pulp Lestari, disampaikan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan global yang memiliki lisensi untuk mengelola 167.912 hektare hutan tanaman industri di Sumut.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
