
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut ada sekitar 80 pondok pesantren di Indonesia yang tergolong rawan ambruk. (Humas Kanwil Kemenag Jatim)
JawaPos.com - Ambruknya bangunan empat lantai Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, yang menelan 63 korban jiwa, menjadi tragedi paling memilukan dalam sejarah dunia pesantren Indonesia.
Tragedi ini juga menyita perhatian masyarakat, tidak hanya Indonesia, tetapi juga masyarakat mancanegara. Pemerintah melalui Kementerian Agama bergerak cepat untuk mendata dan mengevaluasi operasional pesantren.
Selain Ponpes Al Khoziny, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan ada sekitar 80 pondok pesantren di 38 Provinsi di Indonesia, masuk tergolong rawan ambruk dan memerlukan perhatian serius.
"Kita inventarisir ada sekitar 80 pesantren yang punya tingkat kerawanan sangat tinggi, dan Presiden langsung memberikan instruksi itu harus diperbaiki sebelum terjadinya korban," tuturnya di Surabaya, Kamis (27/11).
"Ya, dan inilah kita bersyukur presiden kita itu sangat proaktif untuk memberikan perhatian khusus pada pondok pesantren," lanjutnya.
Sebagai informasi, pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB, bangunan yang difungsikan sebagai tempat ibadah di area Ponpes Al Khoziny, tiba-tiba ambruk dan menimpa para santri yang sedang Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi. Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB
Data terakhir menyebut sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Saat kejadian, Menag Nasaruddin mengatakan pemerintah langsung gerak cepat untuk mengevakuasi para korban. Ia juga secara langsung bertolak ke Sidoarjo dan memantau jalannya proses evakuasi.
"Begitu kejadian kami langsung ke lokasi. Ini ciri khas kita sebagai Menteri Agama. Sekecil apapun isu itu kita harus hadir, memberikan mapping, ketemu langsung dengan Pak Kiainya," tutur Menag.
Kementerian Agama juga memberikan bantuan darurat kepada keluarga korban di posko pengungsian, seperti bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.
"Nah Jadi itu, saya kira yang paling pertama kita turun (ke lapangan). Kemudian berkolaborasi dengan instansi yang terkait bahwa ini harus yang terakhir, jangan lagi ada pesantren yang seperti itu," pungkas Nasaruddin.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
