
Ilustrasi Sidang paripurna di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. DPR Akan mengesahkan RUU KUHAP menjadi UU hari ini, selasa (18/11/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - DPR RI akan menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11).
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal menyatakan, pengesahan tetap berjalan setelah RKUHAP disetujui dalam pembahasan tingkat satu pada 13 November lalu.
“Kan sudah tingkat satu. Udah jadi,” kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11). Ia mengaku, pengesahan RKUHAP telah masuk agenda rapat pimpinan sehingga layak dibawa ke paripurna.
Panitia Kerja (Panja) RKUHAP di Komisi III DPR sebelumnya telah menyepakati RUU KUHAP untuk dibawa ke paripurna dan disahkan menjadi undang-undang. Sebanyak delapan fraksi di Komisi III kompak memberikan persetujuan.
Mayoritas fraksi menilai revisi KUHAP mendesak dilakukan karena aturan yang berlaku saat ini sudah berusia 44 tahun sejak pertama kali diterapkan pada 1981 di era Presiden Soeharto.
Pembaruan dianggap penting untuk menyesuaikan hukum acara pidana dengan KUHP baru serta memperbaiki sejumlah aspek proses peradilan.
Dalam revisi tersebut, beberapa substansi yang diatur antara lain penyesuaian hukum acara pidana dengan KUHP baru, perbaikan kewenangan penyelidik, penyidik, dan penuntut, penguatan hak-hak tersangka dan terdakwa, serta penguatan peran advokat dalam proses peradilan pidana.
Namun, rencana pengesahan ini menuai kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembaruan KUHAP. Mereka menilai proses pembahasan RKUHAP cacat formil maupun materiil.
Koalisi turut melaporkan 11 anggota Panitia Kerja RUU tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas dugaan pelanggaran kode etik sebagaimana diatur dalam UU MD3.
Koalisi mempermasalahkan minimnya partisipasi publik dalam proses penyusunan RKUHAP. Selain itu, mereka menuding nama koalisi telah dicatut dalam proses penyusunan RUU tersebut tanpa persetujuan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
