
Kapolri Listyo Sigit Prabowo usai rapat perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri, Senin (10/11). DPR Ingatkan Polri Taat Putusan MK, Mundur atau pensiun bila akan duduki jabatan sipil. (Mabes Polri)
JawaPos.com - Naiknya kepercayaan publik terhadap Polri pasca aksi demo dan kerusuhan akhir Agustus lalu tidak lepas dari komitmen reformasi Polri. Menurut pemerhati isu-isu kepolisian R. Haidar Alwi, komitmen tersebut mendorong pertumbuhan kepercayaan publik terhadap Polri yang sempat tergerus karena demo dan kerusuhan beberapa bulan lalu.
Merujuk hasil riset lembaga survei nasional terbaru, angka kepercayaan publik terhadap Polri saat ini sudah berada pada 76,2 persen. Angka tersebut merupakan akumulasi dari publik yang sangat percaya dan percaya pada Korps Bhayangkara. Haidar Alwi menyampaikan bahwa hasil survei tersebut bukan sekadar refleksi keberhasilan komunikasi publik. melainkan bukti bahwa Polri mampu bekerja dengan cepat.
”Terukur, dan adaptif dalam memulihkan legitimasi institusi pasca ujian berat kerusuhan Agustus 2025,” ungkap dia dalam keterangan resmi pada Jumat (14/11).
Menurut Haidar Alwi, Polri menunjukkan kemampuan membalikkan tekanan dan opini publik dalam waktu singkat. Yakni hanya dalam 2 bulan selama September dan Oktober. Ikhtiar yang dilakukan oleh Polri membawa hasil baik sekaligus mengembalikan rasa percaya masyarakat kepada institusi yang dipimpin oleh Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tersebut.
”Keberhasilan ini tidak terjadi secara spontan. Terdapat peran strategis Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai mesin penggerak perubahan dari dalam,” kata dia.
Haidar menyampaikan bahwa, tim tersebut merupakan simbol reformasi sekaligus menjadi instrumen manajerial yang memastikan setiap lini organisasi bergerak serempak menuju arah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dia menyebut, semangat itu sejalan dengan reformasi Polri yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
”Kapolri telah mengambil langkah reformasi sejak 1 atau 2 hari pasca kerusuhan. Bagaimana mengendalikan situasi, memberikan keadilan bagi korban, serta menindak pelaku secara transparan,” bebernya.
Pendiri Haidar Alwi Institute itu pun menyampaikan bahwa reformasi yang dijalankan oleh Polri dari dalam terbukti efektif. Bahkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Mulai pelayanan administratif, respon cepat terhadap laporan masyarakat, dan peningkatan sikap humanis aparat kepolisian di lapangan.
Selanjutnya, Haidar menekankan, yang perlu dilakukan oleh Polri dan seluruh jajaran adalah memperkuat pengawasan internal yang lebih independen. Kemudian memperluas kanal pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan memastikan percepatan digitalisasi layanan publik agar transparansi dapat terjamin secara sistemik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
