
Ilustrasi KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di kalangan anggota DPRD. Hingga 2025, tingkat kepatuhan tersebut baru mencapai 41,22 persen, angka yang dinilai memprihatinkan dan mencerminkan kerentanan serius dalam aspek etik penyelenggara negara di daerah.
Kondisi ini dipandang sebagai sinyal bahaya yang berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif daerah.
Temuan tersebut disampaikan dalam Workshop Penguatan Kemitraan Penyelenggara Pemerintahan Daerah melalui Optimalisasi Fungsi Pengawasan DPRD Tahun 2026.
Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kunto Ariawan, menjelaskan LHKPN merupakan instrumen penting untuk meminimalkan kecurigaan publik. Dengan pelaporan yang tepat waktu dan transparan, pejabat publik dapat melindungi diri sekaligus menjaga marwah lembaga.
“Kepatuhan ini dihitung dari jumlah status pelaporan LHKPN lengkap dibagi seluruh wajib lapor,” kata kepada peserta workshop di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/4).
Selain itu, KPK juga mengungkap bahwa sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) masih menjadi salah satu ladang korupsi paling dominan. Data sepanjang 2004 hingga 2025 menunjukkan tingginya keterlibatan berbagai pihak dalam praktik korupsi di sektor ini.
“Dari data KPK tahun 2004 hingga 2025, 371 dari 1.951 pelaku korupsi berprofesi sebagai anggota DPR dan DPRD, menyusul eselon I hingga IV sebanyak 454 dan swasta 507 pelaku,” ungkap Kunto.
KPK mengidentifikasi, praktik korupsi dalam PBJ sering kali sudah dimulai sejak tahap perencanaan dan penganggaran. Berbagai skema seperti ijon proyek, persekongkolan antara DPRD dan perangkat daerah, hingga intervensi vendor dalam penyusunan spesifikasi teknis masih kerap terjadi.
Modus lain seperti mark up harga, suap, manipulasi pemenang lelang, hingga praktik post-bidding menunjukkan bahwa celah korupsi tetap terbuka lebar ketika sistem pengawasan lemah dan integritas tidak dijaga dengan baik.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
