
Ilustrasi sampah plastik di laut. sampah plastik Indonesia yang masuk ke laut diperkirakan mencapai 650 ribu ton per tahun. (Freepik)
JawaPos.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan bahwa kebocoran sampah plastik ke laut dari Indonesia telah mencapai antara 200 ribu hingga 650 ribu ton per tahun.
Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan komprehensif dengan melibatkan kolaborasi multipihak dari berbagai negara di kawasan Indo-Pasifik.
Profesor Riset BRIN, Muhammad Reza Cordova, mengungkapkan bahwa sampah laut dari wilayah Indonesia bahkan telah terdeteksi hanyut hingga ke Samudra Hindia dan mencapai Benua Afrika.
“Sekitar 10–20 persen kebocoran plastik dari bagian utara Jakarta dan barat Jawa dapat terbawa arus laut ke Samudra Hindia dan dalam waktu sekitar satu tahun bisa mencapai wilayah selatan Afrika,” ujar Reza dalam Lokakarya Internasional bertajuk Indonesia–Taiwan Collaboration in Scaling Up Marine Plastic Debris Governance in the Indo-Pacific, dikutip Minggu (9/11).
Menurut Reza, penanganan sampah plastik di laut tidak bisa dilakukan secara parsial. Melainkan harus dimulai dari hulu hingga hilir. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara dalam mengatasi persoalan ini.
“Sinergi multipihak merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah laut di Indonesia,” tegasnya.
Kerja sama antara The Habibie Center (THC) dan Ocean Affairs Council (OAC) Taiwan menjadi salah satu langkah nyata menuju tata kelola sampah plastik laut yang lebih baik.
Lokakarya ini mempertemukan para ahli dan pemangku kepentingan dari Indonesia, Taiwan, Jepang, dan Filipina untuk berbagi pengalaman serta inovasi dalam mengurangi kebocoran sampah ke perairan.
Direktur Eksekutif THC, Mohammad Hasan Ansori, menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara di kawasan Indo-Pasifik untuk meminimalkan sampah yang masuk ke badan air seperti sungai, danau, dan laut.
“Masalah timbunan sampah plastik di laut semakin mendesak dan memerlukan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, terutama di kawasan maritim seperti Indonesia dan Taiwan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Departemen Pembangunan Internasional OAC, Lee Shan Ying, menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kebersihan laut.
Ia mencontohkan keberhasilan Taiwan dalam menanamkan kesadaran memilah sampah sejak dini serta inovasi komunitas yang dikelola oleh anak muda untuk mengurangi limbah plastik.
Menurut Lee, kombinasi antara pengalaman Taiwan dan semangat inovasi Indonesia dapat menjadi katalis untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik.
Kerja sama ini diharapkan menghasilkan model kolaborasi lintas negara yang dapat mempercepat upaya penanganan sampah laut melalui riset, publikasi, serta inovasi sosial seperti platform digital untuk memperkuat sistem daur ulang.
The Habibie Center pun mengajak seluruh mitra nasional dan internasional untuk terus mendukung upaya pengelolaan sampah plastik laut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022