
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi memberikan keterangan konferensi pers untuk menyikapi isu kebangsaan di Jakarta, Sabtu (2/9/2023). (Fedrik Tarigan)
JawaPos.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur menyatakan dukungan terhadap usulan Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang mengajukan Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional.
Menurutnya, bangsa Indonesia perlu belajar dari perjalanan sejarah, baik dari sisi kebaikan maupun kekurangannya, sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih berkeadaban.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pendahulunya. Kita perlu belajar dari kebaikan masa lalu dan mengambil hikmah dari kekurangannya," kata Gus Fahrur dalam keterangannya, Rabu (5/11).
Ia menilai, Soeharto maupun Gus Dur memiliki kontribusi besar bagi Indonesia dalam dua fase sejarah yang berbeda. Soeharto, kata Gus Fahrur, berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi.
"Pak Harto berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia dengan program pembangunan yang terencana serta stabilitas ekonomi dan keamanan yang tinggi," jelasnya.
Selain di bidang ekonomi, lanjutnya, Soeharto juga memiliki peran penting dalam aspek sosial-keagamaan. "Pak Harto membangun ratusan masjid di seluruh Indonesia, tercatat sekitar 999 masjid dibangun atas prakarsa beliau. Beliau juga mendorong kerukunan antarumat beragama dan berperan penting menjaga persatuan nasional pasca pemberontakan G30S/PKI," ungkapnya.
Sementara itu, Gus Dur dinilai berjasa besar dalam memperjuangkan demokrasi, pluralisme, dan rekonsiliasi bangsa pasca reformasi. "Keduanya punya jasa luar biasa dalam membangun bangsa di masa-masa sulit. Menetapkan mereka sebagai Pahlawan Nasional bukan berarti meniadakan kritik atas kekurangan yang pernah ada, tetapi bentuk penghargaan atas jasa besar yang telah mereka berikan," tegas Gus Fahrur.
Gus Fahrur juga mengapresiasi langkah Kementerian Sosial (Kemensos) di bawah kepemimpinan Menteri Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah memproses sejumlah nama tokoh nasional untuk diajukan ke Dewan Gelar. Ia berharap, penetapan pahlawan nasional tahun ini dapat menjadi momentum rekonsiliasi sejarah dan penguatan nilai kebangsaan.
"Semoga dengan penetapan ini, kita semakin menghargai peran semua pihak dalam perjalanan bangsa, baik sipil, militer, maupun ulama. Semua punya andil dalam menjaga Indonesia," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Kemensos menyodorkan 40 nama pemberian gelar pahlawan nasional. Mereka di antaranya Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahmad Wahid, dan aktivis buruh Marsinah.
Namun, berbagai kritik bermunculan menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Penolakan itu datang dengan alasan jejak masa lalu yang kental nuansa pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022